balitribune.o.id I Singaraja - Sebanyak 50 Bhikkhu dari berbagai negara di Asia Tenggara resmi memulai perjalanan suci lintas provinsi bertajuk Indonesia Walk For Peace 2026. Aksi jalan kaki ini dimulai dari Brahma Vihara Arama, Singaraja, Buleleng, Sabtu (9/5/2026), menuju Candi Borobudur, Magelang, untuk menyambut Hari Suci Waisak pada 31 Mei mendatang.
Para peserta yang berasal dari Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia, dan Indonesia ini dijadwalkan menempuh perjalanan selama 20 hari. Rute sepanjang Bali hingga Jawa Tengah tersebut akan melintasi empat provinsi sebagai simbol perdamaian dan toleransi beragama.
Gubernur Bali, Wayan Koster, yang hadir melepas keberangkatan para Bhikkhu, menyatakan apresiasi mendalam. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan visi Nangun Sat Kerti Loka Bali dalam menjaga keharmonisan alam beserta isinya.
"Kegiatan ini tidak sebatas fisik keagamaan yang sakral, tetapi memancarkan pesan kedamaian dari Bali ke seluruh dunia. Ini menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk selalu hidup dalam toleransi," ujar Koster di hadapan para tokoh lintas agama dan pejabat daerah.
Senada dengan Gubernur, Wakil Menteri Agama RI, KH. Romo R. Muhammad Syafii, menilai perjalanan ini sebagai bukti nyata fondasi moderasi beragama di Nusantara. Ia menekankan bahwa dukungan dari berbagai kepala daerah yang berbeda keyakinan menunjukkan kuatnya persaudaraan di Indonesia.
"Ini adalah bukti bahwa semua agama mengajarkan kasih sayang dan kedamaian. Para Bhikkhu menunjukkan upaya maksimal menahan hawa nafsu untuk menebar kebaikan," jelas Wamenag.
Prosesi pelepasan ini juga dihadiri oleh Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, jajaran Forkopimda Bali, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Masyarakat di sepanjang jalur yang akan dilintasi diharapkan turut memberikan dukungan demi kelancaran perjalanan suci yang diprediksi akan menjadi sorotan internasional ini.