Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jangan Pernah Ada Anggapan Pengungsi Dipulangkan

pengungsi
PULANG - Saat pengungsi asal Muncan diantar pulang oleh Wabup Made Kasta.

BALI TRIBUNE - Setelah diketahui wilayah mereka tidak menjadi Rawan Kawasan Bencana terdampak erupsi Gunung Agung, Sabtu (7 /10) sekitar  pukul 10.00 wita, warga pengungsi asal Banjar  Hyang Api, Desa Muncan, Kec. Selat,  Karangasem, atas permintaan mereka ingin pulang dari posko pengungsian Banjar Lebah, lingkungan Besang Kawan, Kel. Semarapura Kaja, Klungkung. Kepulangan mereka diantar oleh Camat Klungkung  Komang Wisnu Adi beserta rombongan dari Koramil, BPBD, Polres dan Orari Klungkung.

Camat Klungkung Komang Wisnu Adi menyatakan pengungsi yang ingin kembali pulang berjumlah  41 KK sekitar 143 jiwa. “Para warga pengungsi yang kembali ini memang atas permintaan pengungsi sendiri karena menyadari bahwa wilayah asal warga pengungsi berada diluar Zona merah,” jelas Komang Wisnu Adi mewanti wanti.

Kepulangan merreka mempergunakan 2 unit Bus Dishub Klungkung, 1 unit truk Polres Klungkung, 1 unit single cabin milik  Kodim 1610/Klungkung. Kepulangan mereka juga ditinjau langsung oleh Kepala BPBD Prov. Bali dan didampingi Kepala BPBD Kab. KLungkung. Sementara di daerah asalnya para pengungsi ini diterima oleh Sekdes. Muncan, Kec. Selat, Kapolsek. Selat Karangasem beserta warga masyarakat setempat.

Camat Klungkung Komanng Wisnu Adi di hadapan warga menyampaikan bahwa sebagai pemerintah Kab. Klungkung berharap agar masyarakat setempat bisa lebih tenang dan kembali beraktivitas seperti biasa baik bekerja maupun bersekolah. “Jangan pernah ada anggapan bahwa warga pengungsi kembali karena dipulangkan, namun karena memang atas kesadaran warga sendiri krn lokasi asal warga mmg berada di luar zona merah/zona putih yang tergolong aman. Namun jika suatu saat keadaan memaksa dan harus mengungsi lagi maka, kab. Klungkung siap menampung kembali kehadiran warga. Mari ambil hikmah dari peristiwa ini sebagai momen untuk  mempererat rasa persaudaraan kita semua seperti apa yang juga disampaikan oleh  Bupati Klungkung Nyoman Suwirta,” jelasnya.

Sekdes Muncan mewakili segenap warga masyarakat mengucapkan terima kasih kepada. Bupati Klungkung beserta jajaran yang terlibat dalam penanganan warga kami yang mengungsi selama ini di wilayah Klungkung. Pukul 11.20 wita, roebelumnya mbongan kembali ke Klungkung dalam keadaan aman.

Sebelumnya, pada Jumat (6/10), setelah mengungsi selama 12 hari lamanya, Sebanyak 121 pengungsi warga dusun Benekasa desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem kembali ke daerah asalnya. Pengungsi yang sebelumnya mengungsi di Banjar Gunung Niang, Semarapura Kelod Kangin, Kec. Klungkung, Kab. Klungkung ini diantar menggunakan fasilitas angkutan oleh Pemkab Klungkung yakni berupa 2 buah bus dan sebuah mobil pick up. Wabup Kasta didampingi Kepala BPBD Kab.Klungkung Putu Widiada, Camat Klungkung Komang Gde Wisnuadi juga ikut mengantar para pengungsi kembali ke daerah asalnya.

Wabup Kasta menyampaikan, Pemkab Klungkung sudah berusaha semaksimal mungkin dalam membantu warga Karangasem yang mengungsi ke Kab.Klungkung. Masyarakat yang pulang juga diminta agar lebih tenang dan kembali beraktifitas seperti biasa, anak-anak juga harus kembali bersekolah. Jangan pernah beranggapan kalau para pengungsi dipulangkan oleh Pemkab Klungkung. Melainkan, ini merupakan permintaan dari warga itu sendiri dan himbauwan kelian dan kadus Benekasa. Karena daerah tempat asalnya, yakni Dusun Benekasa desa Muncan berada dalam zona putih atau zona aman. Apabila nantinya terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan kami di Klungkung akan siap menampung kembali semua warga Karangasem yang akan mengungsi ke tempat aman. “Kami di Kabupaten akan siap menerima kembali warga karangasem, apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,” tambah Wabup Kasta

I Nengah Danu yang juga selaku Camat Selat, Kabupaten Karangasem, sangat berterima Kasih kepada Pemkab Klungkung karena sudah membantu warganya dalam menyediakan tempat maupun kebutuhan lainnya saat mengungsi di Kabupaten Klungkung. Dan akan meminta warganya kembali beraktivitas seperti biasa, untuk total masyarakat dusun Benekasa kurang lebih sebanyak 700 orang yang mayoritasnya adalah petani, dan diharapkan kordinasi juga akan terus dilakukan antar Pemkab Klungkung dan Pemkab Karangasem terkait pengungsi lainnya yang masih mengungsi di Klungkung.

wartawan
Ketut Sugiana
Category

HUT Bangli ke-822: Pemkab dan FPRB Tanam 150 Pohon di Kawasan Rawan Bencana

balitribune.co.id | Bangli - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bangli ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) menggelar aksi penanaman 150 pohon di kawasan Pura Dalem Buungan, Kecamatan Susut, Rabu (13/5/2026).

Aksi ini merupakan langkah preventif untuk memperkuat struktur tanah dan menjaga ekosistem di wilayah yang dikenal memiliki banyak aliran sungai serta titik rawan longsor.

Baca Selengkapnya icon click

Gandeng PKK Dauh Puri Kauh, Astra Motor Bali Ajak Ibu-Ibu Jadi Pelopor #Cari_Aman

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali kembali mempertegas komitmennya dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas di masyarakat. Kali ini, menyasar pilar utama keluarga, Astra Motor Bali menggelar edukasi keselamatan berkendara (safety riding) bagi ibu-ibu PKK Desa Dauh Puri Kauh. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Dauh Puri Kauh pada Senin (11/5/2026) dengan antusiasme tinggi dari 45 peserta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mitra10 Buka Cabang ke-58 di Bali, Usung Konsep One Stop Home Living

balitribune.co.id | Denpasar - Perkembangan sektor properti dan pariwisata di Bali mendorong kebutuhan akan bahan bangunan dan perlengkapan rumah yang semakin beragam. Melihat tren tersebut, Mitra10 kembali memperluas jaringan ritelnya dengan membuka cabang baru di kawasan Imam Bonjol, Denpasar, Rabu (13/6/2026)

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

“Homeless Media” Adaptasi atau Ancaman Demokrasi?

balitribune.co.id | Perdebatan soal “homeless media” sesungguhnya bukan sekadar pertengkaran antara media lama dan media baru. Polemik ini lebih dalam dari itu - Indonesia sedang menghadapi benturan besar antara disrupsi digital dengan standar profesionalisme pers yang selama ini menjadi fondasi demokrasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.