balitribune.co.id I Semarapura - Sebanyak 180 pesilat dari Perguruan Pencak Silat Bakti Negara berkumpul di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung, pada Minggu (10/5/2026) untuk mengikuti Sparing Partner antar-kabupaten guna menguji ketangguhan fisik dan mental bertanding.
Kegiatan ini melibatkan atlet dari lima kabupaten, yakni Klungkung sebagai tuan rumah, Bangli, Buleleng, Karangasem, dan Gianyar.
Ajang ini dibuka Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PSPS Bakti Negara Kabupaten Klungkung.
Ketua Umum KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menekankan ajang ini merupakan keharusan bagi seorang atlet.
Latihan bersama ini tidak hanya melibatkan atlet lokal Klungkung, melainkan menjadi ajang konsolidasi kekuatan bagi pendekar Bakti Negara dari berbagai wilayah di Bali.
Selain 180 pesilat hadir pula 15 wasit dan juri profesional guna memimpin jalannya sparing. Menurutnya, latihan rutin di dalam tim saja tidak cukup untuk membentuk karakter juara.
"Ini bekal penting. Atlet tidak hanya butuh kuat secara fisik, tapi wajib kuat secara mental. Sparing tidak boleh hanya di dalam tim sendiri, tapi wajib bertemu lawan dari luar kabupaten, bila perlu dari luar daerah," tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Klungkung tersebut.
Hal senada disampaikan Wabup Tjok Surya. Ia menjelaskan latihan bersama ini menjadi ajang konsolidasi kekuatan bagi pendekar Bakti Negara di Bali.
"Sparing partner ini adalah momentum bagi para atlet mengukur hasil latihan mereka. Dengan bertemu lawan dari luar daerah, mental mereka akan lebih teruji sebelum terjun ke kejuaraan yang lebih resmi," ujar sosok yang akrab disapa Cok Surya ini.
Selain aspek teknis bertanding, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan antar-perguruan di berbagai wilayah.
Dengan semangat kebersamaan, diharapkan muncul bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini juga dihadiri oleh pengurus KONI Klungkung serta Ketua Umum IPSI Klungkung terpilih masa bakti 2026-2030, Wayan Iwan Ardana.
Melalui latihan bersama ini, diharapkan muncul bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah provinsi maupun nasional, sekaligus melestarikan warisan budaya pencak silat di tengah generasi muda Bali.
Kehadiran pimpinan baru IPSI ini diharapkan membawa angin segar bagi pembinaan pencak silat sebagai warisan budaya leluhur di tengah generasi muda Bali.