55 RS Rujukan Covid-19 di Bali Hampir Penuh | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 19 Oktober 2021
Diposting : 10 September 2020 06:54
Hans Itta - Bali Tribune
Bali Tribune/Petugas kesehatan di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali, Selasa (7/4/2020).
Balitribune.co.id | Denpasar - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengatakan saat ini kamar perawatan untuk pasien Covid-19 yang tersebar di 55 rumah sakit di Bali hampir penuh. Kondisi ini menyusul lonjakan kasus corona di Bali. 
 
"Kasus meningkat, kenapa meningkat karena (kurang) disiplin. Kerumunan masih ada dan ajakan tidak pakai masker. Efeknya banyak orang bawa virus," ujar Suarjaya, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (9/9). Berdasarkan data per Selasa (8/9), kasus positif di Bali mencapai 6.549 orang. Dari jumlah itu, 128 orang meninggal. 
 
Sedangkan pasien yang masih dalam perawatan berjumlah 1.196 orang. Sementara, mereka yang masih mendapat perawatan di rumah sakit sebanyak 668 orang.
 
Jumlah tempat tidur yang tersedia di 55 rumah sakit rujukan Covid-19 di Bali sebanyak 778 kasur. Dari jumlah kasus dan ketersediaan tempat tidur khusus pasien Covid-19, rumah sakit di Bali terancam penuh jika terjadi kasus corona terus bertambah. 
 
"Jadi tempat tidur masih ada tapi sudah hampir penuh. Kalau hari ini bertambah lagi, ya penuh," ujarnya. 
 
 Dalam menanggulangi masalah ini, ia mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh rumah sakit rujukan di Bali untuk menambah kapasitas tempat tidur. 
 
"Kami sudah koordinasi. Tambah kapasitas tempat tidur di seluruh rumah sakit baik di RSUP Sanglah, Bali Mandara, dan semua rumah sakit. Semua rumah sakit sudah saya minta untuk menambah tempat tidur dan tentu juga dengan SDM," kata Ketut Suarjaya.
 
Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pihaknya mencatat Provinsi Bali sebagai wilayah dengan penambahan kasus paling tinggi di antara 34 Provinsi di Indonesia. Bahkan, kenaikan kasus corona di Bali melebihi jumlah seratus persen yakni dari 565 kasus menjadi 1.134 kasus positif.
 
"Dan kenaikan kasus ini, tertinggi pertama adalah di Bali naik lebih dari 100 persen," ujar Wiku.