Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

6,1 Juta Wisatawan Asing Datang ke Bali Melalui Ngurah Rai

MENUNGGU - Wisatawan yang datang ke Bali saat menunggu bagasi di area Terminal Kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai

BALI TRIBUNE - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Bali melalui Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai sepanjang tahun 2018 tercatat sebanyak 6,1 juta wisman. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 10,61% dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya 5,5 juta wisman.  General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi dalam siaran persnya, Rabu (23/1) menyatakan,  pengunjung dari seluruh dunia masuk ke Bali melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada tahun 2018 tentunya jauh lebih banyak dibanding 2017 lalu.  Sedangkan pada tahun 2019 ini, pihaknya akan secara terus menerus berusaha semakin meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh pengguna jasa bandara. Sehingga citra Bali dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di mata internasional akan semakin harum, dengan demikian dapat berdampak positif dalam jumlah kunjungan wisman. Menurut Yanus, dengan cukup signifikannya pertumbuhan angka wisatawan mancanegara yang datang ke Bali pada tahun lalu, menunjukkan bahwa pulau ini tetap dipilih menjadi destinasi wisata utama oleh sebagian wisatawan. Pertumbuhan jumlah wisatawan ini juga mengindikasikan nama Bali semakin berkibar di kancah internasional, bersaing dengan destinasi wisata favorit lainnya di dunia.  Pada tahun 2018 lalu, di Bali pun telah digelar beberapa event kelas dunia yang menarik cukup banyak perhatian pihak internasional, seperti IMF-World Bank Annual Meetings 2018 dan Our Ocean Conference 2018. Hal ini turut menjelaskan bahwa Bali, selain merupakan destinasi wisata andalan untuk jelajah alam, juga bertransformasi menjadi tujuan wisatawan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) berskala internasional. Hal ini pun senada dengan program pemerintah untuk menjadikan Bali sebagai destinasi MICE.  "Berdasarkan data di tahun 2018, wisatawan asal China (Tiongkok) masih menempati urutan teratas kunjungannya ke Bali. Tercatat, jumlah kunjungan turis berpaspor Negeri Tirai Bambu adalah sebanyak 1,38 juta wisatawan atau 22,53% dari porsi keseluruhan wisatawan," sebut Yanus.  Namun jika dibandingkan dengan statistik di tahun 2017, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok di tahun 2018 mengalami penurunan sebanyak 4.254 wisatawan atau 0.3%. Sementara itu dikatakan Yanus, Australia menempati urutan kedua negara kontributor wisatawan mancanegara terbanyak, dengan jumlah kunjungan sebanyak 1,18 juta wisatawan atau 19,53% dari total wisatawan.  "Jumlah ini naik sebesar 10,3% dibanding dengan jumlah kunjungan di tahun 2017. Dimana pada tahun tersebut, tercatat sebanyak 1,07 juta wisatawan asal Negeri Kanguru masuk ke Bali," lanjutnya.  Selanjutnya, dengan total kunjungan sejumlah 356.497 turis, menempatkan India sebagai negara ketiga penyumbang wisatawan terbanyak berkunjung ke Pulau Dewata. Tren positif juga ditunjukkan oleh India, dengan persentase kenaikan yang cukup tinggi yaitu sebesar 33,7% dibanding dengan jumlah kunjungan di tahun 2017. "Masih sama dengan tahun 2017, urutan tiga besar negara penyumbang wisatawan terbanyak masih ditempati oleh Tiongkok, Australia, dan India. Akumulasi turis mancanegara dari tiga negara ini menyentuh angka 2,9 juta jiwa, atau hampir 47% dari total keseluruhan angka kunjungan. Tiga negara inilah yang merupakan tulang punggung penyumbang wisatawan mancanegara di Bali," beber Yanus. Di urutan selanjutnya, secara berurutan ditempati oleh Britania Raya, Jepang, Amerika Serikat, Perancis, Malaysia, Jerman, dan Korea Selatan. Jika diakumulasi, jumlah turis dari tujuh negara ini adalah sebanyak 1.506.672 jiwa, atau hampir 25% dari total seluruh wisatawan mancanegara yang memasuki Bali.  Dari sepuluh besar negara dengan jumlah wisatawan terbanyak, tercatat India merupakan negara dengan pertumbuhan jumlah wisatawan tertinggi, dengan persentase kenaikan sebesar 33,73%, disusul oleh Amerika Serikat dengan 22,9%, dan Malaysia dengan pertumbuhan sebesar 18,5%.

wartawan
Ayu Eka Agustini

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.