Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

AA. Sayang Suparta Kritik Hasil Rapid Tes Diskes

Bali Tribune/ A.A.Sayang Suparta.
Balitribune.co.id | Semarapura - Anggota DPRD Klungkung dari Fraksi Gerindra Anak Aging  Sayang Suparta mengkritik yang berkompeten di Klungkung seperti Dinas Kesehatan terkait mengenai Rapid Tes yang dilakukan Dinas Kesehatan Klungkung terhadap pasien PDP Klungkung yang dianggapnya hasilnya human Error.
 
Menurutnya, Tes Rapid terhadap pasien terkesan mubasir, namun dirinya hanya sebatas bertanya dan berharap mudah-mudahan analisa dirinya salah. “Coba perhatikan dan saya punya keyakinan bahwa rapid test yang dilkukan pada saat dinyatakan positif dan kemudian dilakukan test swab dalam proses karantina sehingga hasilnya negatif. Pertanyaan saya, apakah rapid test yang dilakukan pada awal sudah  efektif atau hasil testnya tidak akurat sehingga semua test ravid di awal yang dinyatakan hasilnya positif kemudian dianulir oleh Swab Test yang hasilnya negatif,” ungkap AA Sayang Suparta.
 
Menurutnya setelah diamati rapid test cenderung memberikan hasil yang negatif atau false negatif sehingga kita kelihatan terkecoh. Jika hari ini di test ravid negatif tapi seminggunya dengan metode swab tes hasilnya positif. “Apakah metode proses pengambilannya yang salah atau terjadi human error? Apakah Pemprov Bali belum punya alat Rapid PCR? Semarang saja sudah punya dan melakukan Drive Thru Test for Covid 19, masa Bali yang lebih tinggi mungkin PAD dari pada Semarang tidak mampu beli alat Rapid PCR?,” ujar AA Sayang Suparta.
 
Lebih jauh ditanyakan, kalau ini benar maka pasien yang dinyatakan sembuh bukan karena hasil dari karantina, tetapi karena ada kesalahan hasil dari rapid test yang tidak akurat sehingga hasilnya mubazir dan buang buang banyak tenaga dan waktu, karena alat test yang tidak akurat ini. “Solusinya bagi saya adalah lakukan Rapid PCR atau Swab Test yang hasilnya lebih akurat,” bebernya
 
Menyikapi kritikan Anggota Dewan Klungkung Anak Agung Sayang Suparta ini, Kadiskes Klungkung dr Adi Swapatni menyatakan rasa trima kasih atas analisanya. “Memang benar rapid tes bukan alat mendiagnostik seseorang menderita Covid-19, tetapi merupakan alat screning awal untuk mengetahui apakah seseorang pernah terpapar virus corona. dengan mengecek imun sesorang. Orang yang rapid tesnya positif berarti benar pernah terpapar virus corona sehingga perlu dilakukan Tes PCR ,” ujar dr Adi Swapatni.
 
dr Adi Swapatni menyebutkan Tes PCR akan sekaligus mengecek apakah seseorang memiliki virus corona, kalau Tes PCR  positif berarti orang itu positif Covid19, sehingga ada potensi menularkan kepada orang lain. Sedangkan PCR negatif kemungkinan orang itu terinfeksi virus yang lain. Rapid tes dilakukan karena dalam kondisi pandemi perlu ada langkah cepat untuk bisa memilah milah mana yang beresiko dan mana yang tidak beresiko. Karena tes cepat inilah yang dipilih oleh pemerintah karena pemeriksaan PCR hasilnya agak lama dan kemampuan setiap daerah untuk melakukan Tes PCR  tidak sama. 
wartawan
Ketut Sugiana
Category

Grab Dorong Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat dan Rompi Khusus Mitra Tuli

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui rangkaian kegiatan bersama Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Ada BAP Palsu

balitribune.co.id | Denpasar – Babak baru persidangan sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, mengungkap sejumlah fakta di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (24/9/2026). Tim kuasa hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menilai kasus yang menimpa kliennya merupakan bentuk kriminalisasi yang diwarnai dugaan rekayasa dokumen dan BAP palsu.

Baca Selengkapnya icon click

Keluarga Berintegritas, Rumahku Surgaku

balitribune.co.id | Keluarga berintegritas tengah menjadi impian besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di dalam upaya mereka memberantas korupsi di tanah air. KPK beranggapan bahwa nilai-nilai antikorupsi perlu tumbuh dan dipraktikkan mulai dari keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat di mana seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.