Adu Babi Guling di Car Free Night Spesial | Bali Tribune
Diposting : 18 April 2016 16:18
habit - Bali Tribune
LOmba Babi Guling di car Free Night (CFN) spesial hari jadi ke 245 Kota Gianyar, bertempat di areal Taman Kota Ciung Wanara, Sabtu (16/4) petang

Gianyar, Bali Tribune

Selain Bumi Seni, julukan Kabupaten babi Guling disematkan untuk Gianyar. Selain aroma masakannya yang khas serta cita rasa mengundang selera bagi yang menikmati, proses pembuatannya pun menjadi daya tarik tersendiri. Mempertahankan  identitas itu, cara pengolahan, penyajian hingga pesta babi guling dipersembahkan di  Car Free Night (CFN) spesial Hari Jadi ke 245 Kota Gianyar, bertempat di areal Taman Kota Ciung Wenara, Gianyar, sabtu (16/4) petang.

Dengan diikuti 20 peserta, lomba babi guling kali ini dirasa sangat spesial karena cara penyajiannya dipadukan dengan unsur buah dan bunga sesuai dengan tema Hari Jadi Kota Gianyar tahun ini.

Pada festival kuliner lomba babi guling itu melibatkan 11 orang juri dari berbagai kalangan, seperti dari 6 orang dari Indonesian Ceff Asostion (ICA), 4 orang dari STP Nusa Dua serta 1 orang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar. Setiap peserta hanya diberi waktu 4 jam dari proses pembuatan sampai selesai penyajiannya. Kriteria penilaian lomba ditentukan dari berbagai aspek seperti halnya berat babi guling harus 20 kg sampai 25 kg, kerja tim, tekstur masakan, kematangan, cita rasanya, keindahan dalam penyajian serta kebersihan.

Ketua Panitia penyelenggara yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, A.A Gde Dalem Jagadhita menuturkan, dari pihak panitia telah membantu peserta dengan memberikan subsidi kepada setiap peserta, selain itu pihaknya juga menyediakan tempat untuk memasak babi guling di Gor Kebo Iwa Gianyar.

“Kami dari panitia membantu menyediakan tempat untuk memasak, peserta hanya membawa bahan serta perlengkapan yang diperlukan saja” ujar A.A Gde Dalem Jagadhita.

Lebih lanjut, A.A Gde Dalem Jagadhita menjelaskan dengan adanya festival kuliner lomba babi guling ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemkab Gianyar terhadap pelestarian masakan khas Bali. Selain itu, lomba ini juga diharapkan menjadi ajang promosi masakan babi guling ke manca negara. “Selain dapat mengunjungi objek wisata di Gianyar, para wisatawan juga harus bisa menikmati masakan babi guling khas Gianyar ini” jelas Gung Dalem Jagadhita.

Dari 20 peserta didapatkan pemenang lomba yaitu Juara 1 diperoleh I.B Putu Suamba dari Kelurahan Beng, Juara 2 diperoleh Pande Putu Egi dari kelurahan beng, Juara 3 Ni Kadek Budi Sariani dari singapadu. Sedangkan untuk juara harapan 1 diperoleh Md Murdana dari Batuan, juara harapan 2 diperoleh Ni Made Arniti, Juara harapan 3 diperoleh Ketut Astawa dari Buruan, Juara Favorit diperoleh Wayan Ariasa dari Payangan.

Salah satu pemenang lomba, Pande Putu Egi mengaku salut atas prakarsa Pemkab Gianyar dalam menggelar lomba babi guling ini. Ia berharap kedepannya lomba seperti ini terus ditingkatkan.

Pande Egi memberikan sedikit masukan dalam proses pembuatan babi guling, ia dan keluarganya yang sudah dari tahun 1998 menekuni bisnis babi guling ini sangat berhati-hati dalam pemilihan babi, selain itu, faktor kebersihan harus selalu dijaga terutama kebersihan bumbu masak. “Cita rasa bumbu sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa serta kepuasan penikmat babi guling” ujarnya.

Hukum & Kriminal

Terpopuler