Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Air Kolam Bale Kambang Menyusut dan Keruh

MENYUSUT - Kondisi kolam bale kambang airnya menyusut dan keruh.

BALI TRIBUNE - Sepintas kolam Bale Kambang terlihat tertata dan sangat asri, namun jika langsung masuk ke areal bale kambang, tampak air kolam mulai menyusut dan keruh. Menyusutnya dan keruh kolam menyebabkan ikan-ikan muncul ke permukaan. Selain kondisi air kolam yang mulai  menyusut dan keruh, sejak beberapa hari air mancur yang dipasang di dalam kolam tidak menyala. “Air kolam mulai menyusut dan nampak keruh ,kalau dibiarkan ribuan ikan akan mati,” ujar salah seorang warga Ketut Darma di lokasi, Kamis (19/7). Menurutnya menyusutnya air kolam diduga selain karea proses penguapan juga dikarenakan kolam bocor. Sedangkan keruhnya air disebabkan air kolam jarang dikuras. Ketut Darma khawatir kalau tidak dilakukan penanganan secepatnya mengancam keberadaan  ribuan ikan di kolam. ”Kalau dibiarkan air terus menyusut ikan akan mati,” ujarnya. Kata Ketut Darma  untuk penanganan  air kolam tidak bisa dialkukan sepotong- sepotong,yakni hanya sebatas dilakukan dengan penambahan air akan tetapi perlu dilakukan pengurasan. ”Keruhnya air karena terkontamninasi lumpur ,maka harus dilakukan pengurasan dibarengi dengan membersihkan lantai dan dinding kolam,” ujarnya. Disamping itu untuk air mancur yang sempat menyala hanya sesaat biar dihidupkan lagi agar kolam terlihat lebih indah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangli Ida Ayu Gde Yudi Sutha saat adikonfirmasi belum bisa dihubungi.  

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Libur Nataru Berakhir, Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan Padang Bai

balitribune.co.id | Amlapura - Arus penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai Karangasem pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru berlangsung padat. Pihak ASDP Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, mencatat adanya peningkatan arus kendaraan dan penumpang sejak tiga hari jelang puncak arus balik.

Baca Selengkapnya icon click

Relokasi PKL Dauhwaru, Upaya Bupati Jembrana Ciptakan Ketertiban Tanpa Matikan Ekonomi Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Ruas jalan Ngurah Rai di selatan lapangan Dauhwaru, Jembrana yang selama ini kerap dikeluhkan pengguna jalan maupun pejalan kaki akan ditertibkan. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan di atas trotoar di kawasan tersebut akan direlokasi. Relokasi ini pun mendapat respon dari para PKL

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resahkan Warga, ODGJ Lempar Tanah Kering ke Pemangku Dievakuasi ke RSJ Bangli

balitribune.co.id | Gianyar - Ulah seorang warga Banjar Taman, Desa Bedulu,  Blahbatuh, terhadap seorang pemangku meresahkan warga. Kejadiannya, Sabtu (3/1) pagi lalu,  saat itu Jero Mangku Marsa (70) jadi korban pelemparan menggunakan tanah kering saat berbelanja di sebuah warung. Pelakunya diketahui INS (55) warga setempat yang diketahui penderita kelaianan kejiwaan.

Baca Selengkapnya icon click

Dana Desa Dipangkas Besar-besaran, Hasil Musdes Bakal Macet

balitribune.co.id | Singaraja - Sejumlah kepala desa mengeluhkan pemangkasan Dana Desa (DD) secara besar-besaran oleh pemerintah pusat. Mereka khawatir kebijakan itu akan berdampak serius pada pembangunan di desa, terelebih yang sudah dirancang melalui forum Musyawarah Desa (Musdes). Beberapa usulan masyarakat melalui musdes dipastikan sulit bisa diwujudkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.