Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Air Terjun Pesiraman Tarik Kunjungan Wisatawan

alami
Pengunjung sedang menikmati kejernihan air terjun Pesiraman sembari perosotan.

BALI TRIBUNE - Berwisata di Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng, wisatawan tidak hanya bisa melakukan kegiatan bersepeda dengan pemandangan persawahan juga dapat menikmati keindahan air terjun Pesiraman.  Komunitas Pemandu Wisata Banyuatis, Kadek Marjana beberapa waktu lalu mengatakan, desa ini memiliki potensi wisata alam salah satunya air terjun. Menurutnya, jika biasanya para turis datang melakukan tracking baik berjalan kaki maupun dengan sepeda untuk menuju lokasi air terjun Pasiraman. Air terjun yang mampu menarik kunjungan wisatawan ini memang sangat alami, dengan ketinggian sekitar 50 meter. Awalnya, air terjun Pasiraman Banyuatis tersebut pernah dipublikasikan sebagai destinasi wisata. Saat itu kata dia beberapa kali rombongan turis datang. Namun karena pengelolaan yang kurang maksimal, sempat redup. Belakangan, pengelolaan dilakukan para pemandu wisata Banyuatis dengan selalu menawarkan tracking kepada wisatawan asing yang menginap di Banyuatis. "Jadi lokasi favorit kami adalah air terjun Pasiraman. Di atas air terjun ini, juga ada semacam permainan air berupa waterboom tradisional, berupa serot serotan," ungkap Nyoman Yoga pemandu wisata lainnya. Dikatakan Yoga, wisatawan berkeliling menikmati pemandangan alam yang sangat alami, mulai dari menikmati sungai, pancoran air, air terjun, pemetik cengkeh. Sementara itu ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Banyuatis Sejahtera, Agus Astapa  berharap , kelak desa itu bisa berkembang menjadi desa wisata, seperti tetangga Desa Munduk yang terus berkembang.  Diterangkannya, para turis yang datang ke Banyuatis kata dia umumnya menginap sekitar 2 atau 3 hari. "Wisatawan suka di lokasi ini karena sangat alami, dan damai, meski sebagian diantaranya berkeliling ke luar desa, seperti lokasi wisata lainnya di Buleleng," jelas Astapa. Dari Banyuatis wisatawan biasanya ke Lovina atau Pemuteran dan obyek wisata lainnya, setelah breakfast. Para turis ini menurut Astapa sangat suka dengan lingkungan yang bersih dan bebas sampah. "Kami pun terus berikrar  untuk menjadikan tempat wisata ini bebas sampah plastik, karena itu salah satu poin yang sangat disukai para turis," tutupnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini

OJK Buka Jalan Demutualisasi Bursa Efek, Kepemilikan Saham Dibatasi 5 Persen

balitribune.co.id | Jakarta - Struktur kepemilikan Bursa Efek di Indonesia memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek (POJK 13 Tahun 2026), yang menjadi dasar hukum pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek.

Regulasi tersebut berlaku sejak diundangkan pada 17 September 2026. OJK menjelaskan penerbitan aturan itu melalui siaran pers, Senin (21/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

APBD Buleleng Defisit Rp200 Miliar, Pembangunan RSUD Dibiayai Lewat Pinjaman Daerah

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman daerah untuk mendukung revitalisasi dan pemenuhan sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Kebijakan tersebut berdampak pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diproyeksikan mengalami defisit lebih dari Rp200 miliar.

Baca Selengkapnya icon click

Antisipasi Banjir, Sedimentasi di Tukad Mati Kembali Dikeruk

balitribune.co.id |  Denpasar - Bencana banjir bandang yang terjadi tahun lalu, belantaran Tukad Mati Denpasar yang terparah. Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melakukan pengerukan sedimentasi di alur Tukad Mati, Jalan Pura Demak I, Pemecuta kelod, Selasa (22/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perajin Pelinggih Keluhkan Penurunan Kualitas Bahan Batu Alam

balitribune.co.id | Bangli - Perajin batu alam di Kabupaten Bangli saat ini kerap menerima permintaan pesanan dari kalangan rumahtangga, akomodasi wisata dan pihak pengelola Pura. Batu alam yang dijadikan bahan untuk membuat Pelinggih atau bangunan suci umat Hindu Bali, ketersediaannya masih memadai namun terjadi penurunan kualitas batu alam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.