Alat Pemadam Kebakaran Tidak Berfungsi | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 25 September 2020
Diposting : 10 May 2019 00:06
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ PEMERIKSAAN - Petugas Damkar periksa alat kelengkapan APAR di sekretariat Kantor Bupati Klungkung.
balitribune.co.id | Semarapura - Untuk memastikan keamanan dan kelayakan alat pemadam api ringan yang ada dilingkungan Kantor Sekretariat Kantor Bupati Klungkung  Rabu(8/5) beberapa petugas pemadam kebakaran menyambangi  Sekretariat Kantor Bupati Klungkung. 
 
Kedatangan  personel Pemadam kebakaran Klungkung ini dengan memasuki satu persatu instansi, untuk melakukan pengecekan terhadap APAR (alat pemadam api ringan) yang selama ini sepertinya kurang mendapatkan perhatian serius jika sampai terjadi musibah kebakaran.  Fakta yang ditemukan oleh petugas setelah dilakukan pemeriksaan, semua APAR di Kantor Setda Klungkung ternyata kurang perawatan. Bahkan APAR di ruang tunggu Bupati dalam keadaan rusak ini jelas sangat memprihatinkan.
 
Pemeriksaan ini langsung dipimpin Kasatpol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta,SH. Menurutnya awalnya Petugas Damkar terlebih dahulu memeriksa APAR yang terletak di lorong Bagian Umum Setda Klungkung. Di lokasi tersebut, APAR tampak berdebu dan tidak terawat. Petugas Damkar pun langsung memeriksa secara detail APAR tersebut. "APAR mininmal seminggu sekali dibolak-balik (dikocok), sehingga lebih awet. Rata-rata APAR memang kurang diperhatikan, padahal ini sangat penting," ujar I Putu Suarta rada menyesalkan fakta yang ditemukan tersebut.
 
Pemeriksaan lalu dilanjutkan ke ruangan Sekda Klungkung, Ruang Rapat Widya Mandala, Praja Mandala, dan APAR yang terletak di ruang tunggu Bupati Klungkung. Pagi itu setidaknya 7 APAR yang diperiksa petugas Damkar. Dari semua pemeriksaan, rata-rata APAR dalam keadaan kurang terawat namun masih bisa digunakan. Justru, APAR di ruangan tunggu Bupati yang kondisi selangnya rusak dan harus diganti/ "APAR di ruang tunggu Bupati yang kondisi selangnya rusak. Kami sarankan untuk segera diganti, sehingga aman digunakan," jelas Putu Suarta
 
Putu Suarta memaparkan, pemeriksaan APAR ini baru pertama kali dilakukan di itansi pemerintahan di Klungkung. Sebelumnya petugas damkar sudah lebih dahulu melakukan pengecekan di itansi swasta mulai dari hotel. Rumah sakit dan puskesmas juga tidak luput dari pemeriksaan tersebut. "Setelah pengecekan, semua APAR di kantor Setda Klungkung kurang terawat. Itu karena petugas pengelola, kurang memahami perawatan dari APAR," jelasnya
 
Selain itu, semua APAR di Setda Klungkung tidak sesuai standart. Putu Suarta mengungkapkan, saat ini standart APAR di kantor itansi  6 Kilogram. Sementara semua APAR di Itansi Setda Klungkung berkapasitas 3 Kilogram.
 
Dirinya menyayangkan, rata-rata pegawai yang beraktivitas di Setda Klungkung tidak memahami cara penggunaan APAR ini. Selain itu petugas juga menemukan penempatan APAR yang tidak sesuai standart, karena ditarus ditempat tersembunyi dan digantung terlampai tinggi. "Oleh sebab itu, kedepan perlu lagi dilakukan sosialisasi tentang fungsi dan penggunaan APAR. Karena hal ini sangat penting dilakukan, terutama disaat kondisi darurat," jelasnya
 
Selain memeriksa APAR, petugas damkar juga memeriksa beberapa intalasi listrik yang dianggap rentan dapat menyebabkan terjadinya konsleting dan rawan terjadinya  kebakaran. uni