Antrean Truk di Padang Bai Mengular hingga ke By Pass IB Mantra | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 25 September 2020
Diposting : 20 January 2020 01:05
Husaen - Bali Tribune
Bali Tribune/ ANTREAN - Tampak antrean truk penyeberang di Padang Bai sudah mencapai By Pass Ida Bagus Mantra, Klungkung.
balitribune.co.id | Amlapura - Antrean kendaraan penyeberang yang didominasi oleh truk barang di Pelabuhan Padang Bai terus mengular. Dari pantauan Bali Triune, Minggu (19/1), antrean bahkan sudah sampai ke By Pass Ida Bagus Mantra, Klungkung. Antrean panjang ini terjadi menyusul masih ditutupnya Dermaga II pelabuhan karena tengah dilakukannya proses perbaikan penggantian bagian landasan Movable Bridge yang sudah keropos termakan usia.
 
Sejumlah anggota polisi dari Polsek Kawasan Laut Padang Bai, anggota dari Sat Lantas Polres Karangasem, serta polisi dari Sat Lantas Polres Klungkung diterjunkan untuk mengantisipasi panjangnya antrean kendaraan truk agar tidak terjadi kemacetan. Ada tiga kantong antrean kendaraan truk peyebrang yang akan menuju ke Pelabuhan Padang Bai. Dimana anggota Sat Lantas Polres Klungkung mennghhentikan kendaran truk barang yang hendak menuju ke pelabuhan, dan meminta sopir truk bersangkutan untuk antre di sepanjang By Pass Ida Bagus Mantra hingga ada pergerakan antrean kendaraan di jalur masuk pelabuhan.
 
Jika ada pergerakan, truk yang antre di By Pass Ida Bagus Mantra, Kusamba, kemudian bergerak sesuai antrean menuju pos antrean Yeh Malet, sementara kendaraan yang sebelumnya antre di perbatasan Yeh Malet bergerak menuju pos antrean di jalur menuju pintu masuk pelabuhan Padang Bai, dan begitu seterusnya. Melihat situasi antrean kendaraan yang sangat panjang, polisi harus berjaga dan melakukan pengaturan 24 jam penuh. Sopir truk yang nakal yang menerobos antrean akan di cegat petugas dan diminta untuk ulang antre paling belakang.
 
“Saya ini sampai tidak tidur semalaman. Kalau kita tidur ya antrean diserobot. Nah kan juga harus geser truknya kalau ada yang sudah jalan ke pelabuhan,” ungkap I Gusti Kadek Sutirtayasa, sopir truk asal Jembrana, di antrean jalur masuk pelabuhan, Minggu kemarin. Untuk sampai ke antrean masuk pelabuhan dia dan sopir lainnya harus mulai dari By Pass Ida Bagus Mantra hingga di Yeh Malet selama hampir 8 jam. “Saya tiba di antrean By Pass itu jam 7 malam, pagi tadi jam 5,00 wita saya baru masuk antrean jalur pelabuhan. Di sini harus antre lagi berjam-jam, bagaimana kami tidak stress, sudah tidak tidur semalaman, uang bekal habis mana susah lagi membeli makanan karena tidak ada warung,” keluhnya, diamini oleh sopir truk lainnya.
 
 “Kami mulai stress ini, Pak. Kalau terlalu lama ngantre begini kita gak punya bekal lagi. Ya tolong lah pihak ASDP dan BPTD bisa mengatur dengan baik biar tidak lama antre,” keluh Abdullah sopir truk lainnya asal Mataram, Lombok, menimpali. Tidak hanya truk, bus penumpang umum antar provinsi juga harus ikut antre karena tidak bisa langsung masuk ke pelabuhan.