Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Antusiasme Lomba Makepung Lampit 2018, Puluhan Pasang Kerbau Berpacu Disaksikan Ribuan Penonton

Puluhan pasang kerbau berpacu diatas lumpur, menarik perhatian ribuan penonton hingga diabadikan ratusan fotografer.

BALI TRIBUNE - Event Lomba Mekepung Lampit 2018 di selenggarakan Minggu (25/11) pagi di Sirkuit Makepung Lampit areal persawahan Banjar Peh, Desa Kaliakah, Negara.  Event yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini selain disaksikan oleh ribuan penonton, juga menarik perhatian ratusan fotografer baik dari dalam maupun luar Jembrana. Perlombaan yang diiirngi gamelan Jegog ini dibuka oleh Sekda Jembrana, Made Sudiada didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Jembrana, I Nengah Alit bersama sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Jembrana.

Makepung lampit ini yang merupakan tradisi lokal masyarakat agraris di Jembrana memiliki keunikan dan day tarik tersendiri. Salah seorang Pengurus Sekha Makepung Jembrana, Kade Nuraga (53) asal Banjar Banyubiru, Negara menyatakan selain sirkuit atau lintasannya harus diareal persawahan berair dan berlumpur, makepung lampit ini juga menggunakan teknik perlombaan yang beda dengan makepung cikar pada umumnya serta perlengkapan seperti alat bajak yang kini sudah jarang ditemui. “Cari tempatnya haru benra-benar tepat, lumpurnya agar tidak terlalu dalam dan petakan sawah juga harus luas dan lebar. Tidak semua kerbau juga bisa berpacu dilumpur, sehingga kerbau harus dilatih” ujarnya.

Dalam perlombaan makepung lampit ini kerbau dilepas bersamaan, “kalau makapung lampit startnya bersamaan, tiga pasang kerbau dilepas digaris start secara sejajar, berbeda dengan makepung cikar yang kerbaunya dilepas beriringan” jelasnya. Makepung lampit menggunakan 6 orang juri masing-masing 3 orang juri berada digaris start dan 3 orang juri berada digaris finish. Selain kecepatan kerbau, lomba mekepung lampit juga menurutnya memiliki kreteria penilaian yang menarik, “yang dinilai ada kerapian mengikuti jalur, kerbaunya harus melaju lurus ditengah lumpur dan tidak boleh keluar haluan. Jokinya juga tidak boleh jatuh hingga digaris finish. Nanti yang tercepat tiba difinish jadi pemenang” jelasnya.

Koordinator Sekha Mekepung Jembrana, Made Mara mengatakan lomba Mekepung Lampit kali ini diikuti oleh 39 peserta. keluar sebagai Juara Pertama adalah Sekha Makepung unjung Putih asal Banjar Pangkung Jajang, Desa Tukadaya, Melaya dan mendapatkan hadiah uang pembinaan senilai Rp 5 Juta. Juara kedua diraih Sekha Makepung Rajawali asal Desa Baluk, Negara dan mendaptkan hadiah Rp. 4 Juta. Juara Ketiga diraih Sekha Ketut Garing asal Desa Banyubiru, Negara dan mendapatkah hadiah Rp. 3 Juta. Juara keempat diraih Sekha Makepung Putra CBR asal Desa Kaliakah, Negara dengan hadiah Rp 2 juta dan Juara kelima Sekha Putri Ayu asal Banjar Brawantangi, Melaya mendapat hadiah Rp. 1 Juta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Jembrana, I Nengah Alit didampingi Kepala Bidang Pariwisata, I Nyoman Wenten menyatakan atraksi makepung lampit ini menggambarkan kegembiraan petani dalam membajak sawahnya. “Makepung lampit ini juga memiliki nilai tradisi budaya agraris masyarakat Jembrana yang diloandasi semangat gotong royong dan berkompetisi” ujarnya. Sementara itu Bupati Jembrana yang sambutannya dibacakan Sekda Made Sudiada mengatakan Atraksi Mekepung Lampit adalah salah satu atraksi khas Kabupaten Jembrana, yang merupakan warisan leluhur masyarakat Jembrana yang patut di lestarikan. “Keberadaan Mekepung Lampit diharapkan mampu menarik minat wisatawan baik domestic maupun mancanegara datang ke Jembrana” tandasnya. 

 

wartawan
Putu Agus Mahendra

Ribuan Pamedek Padati Pura Ulun Danu Batur pada Hari Raya Pagerwesi

balitribune.co.id | Bangli - Bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi, Rabu (Buda Kliwon Sinta), 8 April 2026, Pura Ulun Danu Batur dipadati umat Hindu dari berbagai kabupaten/kota se-Bali yang melaksanakan persembahyangan serangkaian Karya Ngusaba Kedasa. Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan pamedek telah berdatangan sejak pagi hari untuk melaksanakan persembahyangan.

Baca Selengkapnya icon click

Stafsus Presiden Cek Kesiapan Bandara Letkol Wisnu Sumberkima

balitribune.co.id | Singaraja - Kunjungan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Muhammad Qodari, ke Kabupaten Buleleng membawa harapan baru bagi percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Bali Utara. Salah satu yang menjadi sorotan adalah rencana pengembangan Bandara Internasional Bali Utara. Dengan berbagai langkah tersebut, harapan masyarakat Bali Utara untuk memiliki bandara representatif kini semakin terbuka lebar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mengolah Sampah Organik di Rumah, Tong Komposter Diburu Warga Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Pascadiberlakukannya kebijakan baru per 1 April 2026 TPA Suwung Denpasar hanya menerima anorganik dan residu, sementara sampah organik tidak diperbolehkan masuk TPA Suwung, warga Kota Denpasar dan sekitarnya berbondong-bondong membeli tong komposter. Salah satu toko yang menjual tong komposter mengakui adanya peningkatan penjualan tong komposter akhir-akhir ini.

Baca Selengkapnya icon click

Waspada Modus Truk Modifikasi, Polri dan Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi

balitribune.co.id | Jakarta - Pertamina Patra Niaga mengapresiasi langkah tegas Kepolisian Republik Indonesia melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri dalam mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi 3 kilogram di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2025 hingga 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jasad Bocah Terseret Arus Sungai Yeh Aye Ditemukan Mengambang di Bendungan Tamblang

balitribune.co.id | Singaraja - Operasi pencarian korban terseret arus di Sungai Yeh Aye, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, akhirnya membuahkan hasil. Korban atas nama Vikram Abinawa (6) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (8/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

'Melimpah' Terobosan Mengajarkan Keterampilan Mendaur Ulang Sampah

balitribune.co.id | Mangupura - Tidak hanya kalangan rumah tangga saja yang diwajibkan untuk mengolah sampah organik secara mandiri. Di ruang lingkup pendidikan pun mulai mengedukasi anak didiknya sejak usia dini untuk mampu mengolah sampah organik di sekolah. Seperti yang diterapkan SD Negeri 4 Abiansemal Kabupaten Badung yang telah mempraktikkan pengolahan sampah organik di lingkungan sekolah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.