Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Apresiasi Garam Beryodium Kusamba

Bali Tribune/ APRESIASI - Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo apresiasi garam beryodium Kusamba.
Balitribune.co.id | Semarapura - Pasca dilauncing Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Sentra Produksi garam beryodium dengan lebel “Uyah Kusamba” dikunjungi Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Nilanto Perbowo, Jumat (24/7). 
 
Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo mengapresiasi langkah Bupati Suwirta menyulap garam tradisional menjadi garam beryodium sehingga bisa bersaing dipasar tradisional maupun dipasar modern. Nilanto Perbowo juga menyarankan pengelola Koperasi Mina Segara Dana maupun petani garam tradisional untuk belajar kedaerah lain seperti daerah Cirebon sehingga bisa menghasilkan garam sepanjang tahun dan tidak bergantung pada musim panas saja. “Ke depan pengelola koperasi bisa belajar ke daerah Cirebon. Di Cirebon bisa menghasilkan garam sepanjang tahun dan tidak bergantung pada musim panas saja,” ujar Nilanto Perbowo didampingi Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra.
 
Selain mengunjungi tempat produksi garam beryodium, Dirjen PDSPKP juga mengunjungi Tempat Pemindangan Ikan (TPI) Kusamba. Dirjen PDSPKP, Nilanto Perbowo mengatakan tempat pemindangan ikan ini dinilai sangat bagus dan menyatu disatu tempat sehingga banyak manfaat yang bisa diperoleh, salah satunya mempermudah pengendalian limbah dari TPI tersebut. Sambil melihat proses pemindangan ikan, Dirjen PDSPKP, Nilanto Perbowo berharap kedepan para pemindang bisa beralih dari menggunakan kayu bakar beralih ke gas. “Kasihan kayunya, supaya hutannya tidak gundul, masyarakat selamat dan produksi tetap jalan, tinggalkan kayu dan gunakan gas,” pesan Nilanto Perbowo. 
wartawan
Ketut Sugiana
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.