Arus Balik Lebaran, Kapal Tak Segera Bersandar, Banyak Penumpang Mabuk | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 17 Juni 2024
Diposting : 27 April 2023 07:53
AGS - Bali Tribune
Bali Tribune/ MENGAPUNG - Suasana arus balik di Pelabuhan Padang Bai, kendati tak sepadat Pelabuhan Gilimanuk namun membuat banyak penumpang kapal yang mabuk lantara kapal tidak segera bersandar.

balitribune.co.id | Amlapura - Menyusul berakhirnya masa cuti lebaran Idul Fitri, arus balik lebaran dari dan menuju Bali, di Pelabuhan Penyeberangan Padang Bai, Karangasem, Rabu (26/4) tampak kian padat. Peningkatan arus balik lebaran ini telah terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu sore.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padang Bai, Kompol Anak Agung Ngurah Agung, kepada Bali Tribune membenarkan adanya peningatan arus penyeberangan dari dan menuju Pelabuhan Padang Bai.

“Ada peningkatan arus balik lebaran. Namun kemungkinan kepadatan arus balik akan terjadi pada H+7 atau H+8 usai Lebaran Ketupat atau Syawalan,” ujar Kapolsek.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus balik lebaran yang biasanya disertai dengan bannyaknya pendatang ke Bali, pihaknya bersama petugas gabungan makin memperketat pemeriksaan identitas kependudukan, pemeriksaan kendaraan dan barang bawaan penumpang.

“Kita perketat, kalau ada  penumpang kapal yang tiba di Bali tanpa membawa KTP kita ambil tindakan tegas dengan memulangkan penumpang bersangkutan ke daerah asalnya,” tegas Anak Agung Ngurah Agung.

Sementara itu, sejumlah penumpang kapal mengeluhkan terlalu lama berada di atas Kapal Ferry. Itu lantaran Kapal Ferry yang mereka tumpangi tidak bisa langsung sandar di dermaga pelabuhan. Sebaliknya seluruh kapal ferry harus antre di tengah laut hingga dua jam lebih, sbelum akhirnya mendapatkan giliran sandar di dermaga  pelabuhan.

“Tadi sebenarnya kapalnya sudah sampai di Padang Bai, namun tidak bisa langsung sandar dan kami berada di dalam kapal selama lebih dari dua jam sebelum akhirnya kapal yang kami tumpangi dapat giliran sandar,” ungkap Syajrul Mubarak, salah satu ppenumpang kapal asal Lombok.

Artinya kata dia, dari awal berangkat sampai sandar dia dan penumpang lainnya harus berada dikapal mengapung di tengah laut enam hingga tujuh jam. Dia juga menyebutkan, saking lamanya mengapung menunggu kapal sandar, banyak penumpang kapal yang akhirnya mabuk laut.