Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Asyiknya Penampilan Cakepung Karangasem di PKB 2022

Bali Tribune / CAKEPUNG - Penampilan kesenian Cakepung khas Kabupaten Karangsem, di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali.

balitribune.co.id | Denpasar - Cakepung tradisi khas Kabupaten Karangasem, tampil asyik di Pesta Kesenian Bali (PKB), yang dipentaskan Sanggar Seni Citta Wistara, Desa Budakeling, Karangasem bertempat di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali.

Mungkin ada yang tidak tahu Cakepung, tradisi yang menonjolkan olah vokal dan seni tari, diiringi lantunan rebab dan suling, serta gamelan khas Karangasem bernama "penting". Mula-mula penampilan diawali dengan membaca lontar kemudian diartikan.

Lambat laun, suasana menjadi ramai oleh puluhan orang yang megenjekan untuk mengiringi jalan cerita sendratari yang akan diambil. Antara megenjekan, alunan musik, penari dan dalang sebagai pengantar cerita menyatu dalam penampilan tersebut sehingga mengundang perhatian penonton.

Adapun ringkasan cerita yang dibawakan, tersebutlah tiga orang raja bersaudara, masing-masing menjadi raja di Indrapandita, Layangsari, dan Indrasekar. Raja di Indrapandita mempunyai sembilan putri dan paling bungsu yaitu putri paling cantik bernama Diah Winangsia.

Putri ini sering difitnah oleh kakaknya sehingga raja marah dan mengasingkannya di taman dengan ditemani inang pengasuhnya yang bernama Inak Rangda. Sementara itu raja di Indrasekar mempunyai dua orang putra, yang sulung bernama Raden Kitap Muncar, yang bungsu bernama Raden Witarasari (Raden Una).

Mendengar kesengsaraan yang diderita oleh Diah Winangsia, maka Raden Una menuju ke Indrapandita dengan menyamar sebagai seekor kera. Kemudian sang kera menghambakan diri kepada Diah Winangsia serta berusaha menolong keluar dari berbagai kesulitan dan kesenangan yang dialami.

Kehidupan seekor monyet dengan seorang gadis remaja cantik, tidur bersama, pergi mandi bersama, bermain bercanda, menjadikan kisah cerita dibagian ini menarik. Setelah beberapa lama berlangsung kedok penyamaran Raden Una diketahui oleh Diah Winangsia, akhirnya Raden Una menjelaskan bahwa ia mencintai Diah Winangsia dan hidup berbahagia di kerajaan menggantikan ayahnya.

Koordinator Pementasan Cakepung, Ida Made Basmadi menyampaikan, Tradisi Cakepung memiliki sejarah yang sangat erat dengan keberadaan Suku Sasak di Lombok, yaitu saat keberhasilan Kerajaan Karangasem memberikan pengaruhnya ke Lombok.

“Sekilas sejarahnya berasal dari kerajaan Karangasem yang berhasil memberi pengaruhnya ke Sasak, Lombok. Kemudian dengan keberhasilan tersebut, budayanya pun dipelajari di sana. Ada satu budaya Sasak yanv disebut dengan cepung,” ungkapnya.

Budaya yang didapatkan di Lombok itu tidak serta merta dibawa langsung ke Karangasem. Namun dari leluhurnya terdahulu mengubah tradisi cepung tersebut dengan memasukan seni suara. Salah satunya adalah macepat, seperti pupuh sinom, semarandana dan lain sebagainya.

“Leluhur kami, almarhum Ida Wayan Tangi mengubah cepung itu dengan memasukan unsur macapat. Sehingga cakepung merupakan dari cakep lontar (macapat identik dengan lontar), kemudian diisi dengan tempo "pong". Itu versi saya, namun banyak yang menafsirkan cakepung dari aktivitas peperangan, yaitu pacek dan kepung yang berarti diserang,” imbuhnya.

Menurutnya, bagi yang ingin menekuni setidaknya gemar menari untuk bisa mempertahankan tradisi Cakepung itu sendiri. “Saat ini seniman yang ditampilkan itu sebanyak 36 orang. Secara umum, saat ini penggaliannya menjadi kendala karena beberapa dari pada anggota Cakepung terdahulu sudah menjadi sulinggih," imbuhnya.

wartawan
M3

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berikan Penghargaan Tertib Administrasi, Wabup dan Ketua WHDI Badung Serahkan Akta Kematian

balitribune.co.id | Mangupura - Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menunjukkan komitmen pelayanan publik yang responsif dan humanis dengan melayat ke rumah duka almarhum Sang Bagus Nyoman Arka di Jalan Poppies Line II, Gang Ronta, Banjar Pering, Kuta, Senin (23/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mengenal Tradisi Mbed-Mbedan di Desa Adat Semate Badung, Layaknya Tarik Tambang Tapi Talinya 'Bun Kalot'

balitribune.co.id I Mangupura - Mengawali hari Ngembak Geni atau sehari setelah Hari Raya Nyepi, warga Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kabupaten Badung, Bali, menggelar tradisi Mbed-Mbedan, Jumat (20/3/2026). Tradisi unik yang menyerupai permainan tarik tambang ini diikuti dengan antusias oleh puluhan warga dari berbagai kalangan usia.

Baca Selengkapnya icon click

Pantau Arus Balik, Kapolda Bali Tinjau Pos Pelayanan Masceti

balitribune.co.id I Gianyar - Memastikan kelancaran dan keamanan arus balik pascaperayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 H, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., melakukan peninjauan langsung ke Pos Pelayanan Zebra Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, pada Senin (23/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.