Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Awal Tahun Ajaran Baru - Permintaan Seragam Sekolah Meningkat

seragam sekolah
Budi Suwarno bersama istrinya.

BALI TRIBUNE - Tahun ajaran baru memberikan keuntungan tersendiri bagi pengusaha pakaian yang menjual seragam sekolah. Salah satunya Toko Untung yang berlokasi di Jalan Gunung Agung. Penjualan seragam sekolah di toko tersebut mengalami peningkatan hingga 25 persen.

Pemilik toko, Budi Suwarno, mengakui, setiap tahun ajaran baru, permintaan seragam mengalami peningkatan. “Naik sekitar 25 persen dari penjualan di hari biasa,” ujar pria berusia 74 tahun ini yang telah malang melintang menggeluti usaha pengadaan seragam baik untuk instansi ataupun lembaga ini di Denpasar, Selasa (11/7).

Budi pun mengakui, setiap tahun ajaran baru tiba, pihaknya selalu kewalahan melayani permintaan seragam sekolah. Khusus tahun ini, kata dia, meski permintaan banyak, pihaknya tidak bisa memenuhi karena stok yang tersedia tidak mencukupi. Pasalnya, libur panjang sekolah berbarengan dengan libur hari raya Idul Fitri.

“Karena itu, produksi mengalami penurunan. Karena terpotong beberapa hari saat hari raya. Banyak penjahit yang pulang kampung. Untungnya kami masih masih punya stok meski akhirnya sempat tidak mampu memenuhi semua permintaan,” ungkap Budi. Terkait penjualan seragam ini, dia mengaku diuntunkan karena tidak ditangani pihak sekolah.

Seragam itu dijualnya antara Rp35 ribu-60 ribu. Jika seragam sekolah laris manis, tidak demikian dengan sepatu. Dikatakan Budi, pihaknya tidak berharap banyak karena kerap merugi. “Dari pabriknya kita diharuskan beli satu seri dari nomor kecil sampai besar, tapi yang beli kan sesuai dengan ukurannya. Akibatnya banyak sisa sepatu di gudang, sampai rusak lagi,” kata dia.

Secara terpisah, Alim yang berprofesi sebagai penjahit menyatakan hal sama. Tahun ajaran baru membawa berkah bagi keluarganya. Saking sibuknya menerima pesanan jahit seragam sekolah ia tidak sempat pulang ke Jawa untuk berhari raya. “Lumayan banyak orderan kali ini, di luar perkiraan awal sampai saya tidak jadi mudik,” kata dia.

Alim yang ditemui Bali Tribune bersama istrinya itu menyatakan, pesanan seragam sekolah yang diterimanya beragam dari seragam SD sampai SMA. Dan semuanya meminta cepat. Ia pun mengerjakan orderan ini bersama sang istri. “Walaupun ada yang menjual seragam jadi, tapi ada juga yang jahit sendiri. Khususnya untuk seragam batik atau pakaian khas sekolah,” ungkapnya.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Bonus Porprov Tak Kunjung Cair, Atlet Bangli Peraih Medali “Pakrimik”

balitribune.co.id I Bangli - Pelaksanaan Pekan Olah Raga (Porprov) Bali 2025, sudah hampir  setahun  lebih berlalu. Namun, hingga kini para atlet peraih medali belum menerima bonus yang dijanjikan. Pada Porprov 2025 Kabupaten Bangli berhasil meraih total  82 medali dengan rincian 18  emas, 15  perak dan 49 perunggu.

Baca Selengkapnya icon click

BLDF Tanam 5 Ribu Bibit Mangrove di Tahura Pemogan

balitribune.co.id I Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) kembali melaksanakan penanaman bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Pemogan, Bali, pada Rabu, 2 September 2026.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pelestarian yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus mempertegas komitmen BLDF dalam mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kebakaran di Jalan Nakula, 85 KK Kehilangan Rumah

balitribune.co.id I Denpasar - Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Nakula Pemecutan Kelod Denpasar menyisakan kesedihan bagi puluhan warga yang tinggal di lokasi. Dari catatan Dinas Sosial Kota Denpasar, baru terdata ada 85 KK yang terdampak dari musibah kebakaran tersebut. Hingga kini Dinsos Denpasar terus melakukan pendataan kepada warga yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

10 Hari Hilang,  Dadong Geloh Ditemukan Meninggal di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar -  Ni Wayan Geloh alias Dadong Geloh (78), warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 10 hari dilaporkan hilang. Jasad korban ditemukan di dasar jurang sekitar 500 meter dari rumahnya, Selasa (1/9/2026) sore.

Penemuan korban mengakhiri pencarian yang dilakukan keluarga bersama aparat desa dan masyarakat sejak Geloh dilaporkan hilang pada 21 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.