Badung Fokus Tangani Penyalahgunaan Narkotika | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 05 Februari 2023
Diposting : 27 June 2016 14:49
I Made Darna - Bali Tribune
apel
APEL - Puncak Peringatan HANI di Kabupaten Badung dilaksanakan dalam sebuah apel peringatan di Lapangan Puspem Badung, Minggu (26/6).

Mangupura, Bali Tribune

Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Kabupaten Badung dilaksanakan dalam sebuah apel peringatan di Lapangan Puspem Badung, Minggu (26/6).

Selaku Inspektur Upacara Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Komandan Upacara Jiwa Antara. Apel diikuti Wabup. I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata beserta para Wakil Ketua DPRD, Kajari Herna Widodo, Sekda Badung Kompyang R Swandika, Pimpinan SKPD, TNI/Polri, BNN Provinsi Bali, Ketua BNN Badung beserta PNS Badung.

Ketua BNN Pusat Budi Waseso dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Giri Prasta menekankan bahwa, tema HANI tahun ini adalah ‘mendengarkan suara hati anak-anak dan generasi muda merupakan langkah awal untuk membantu mereka tumbuh sehat dan aman dari penyalahgunaan narkoba’.

Melalui peringatan ini diharapkan dapat menggerakkan dan mendorong segenap komponen bangsa sekaligus membangun solidaritas dalam mencegah serta memberantas penyalahgunaan, peredaran gelap narkotika yang masih menjadi ancaman kehidupan nanusia secara global.

Kesempatan itu juga disampaikan capaian BNN dalam menanggulangi permasalahan narkoba. Pertama bidang pencegahan, telah dilakukan upaya peningkatan ekstensifikasi dan intensifikasi komunikasi, informasi dan edukasi P4GN sejak usia dini hingga dewasa ke pelosok Indonesia.

Kedua, bidang pemberdayaan masyarakat, dimana tercatat pada tahun 2015-Juni 2016 sebanyak 705 warga di wilayah rentan narkoba yang dilatih sebagai pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan life skill.

Melalui BNN Provinsi telah membentuk Satgas Anti Narkoba sebanyak 19.854 orang, dalam upaya menciptakan’ people power’ melawan jaringan sindikat peredaran gelap narkoba. Selain itu telah dilakukan test urine terhadap 186.533 orang, dimana teridentifikasi positif sebanyak 1.175 orang (0,63%). Ketiga, bidang pemberantasan, dari 2015-Juni 2016 telah terungkap 1.015 kasus kejahatan narkotika baik yang ditangani BNN pusat maupun BNN Provinsi, dengan tersangka 1.681 orang.

Dalam kurun waktu tersebut juga berhasil diungkap tindak pidana pencucian uang yang berasal dari kejahatan narkotika, dengan nilai aset yang dirampas sebesar Rp142.058.158.337. “Informasi hasil pemeriksaan PPATK adanya dugaan transaksi mencurigakan hasil dari kejahatan narkotika sebesar Rp3,6 triliun,” tambahnya.

Dijelaskan, BNN telah berhasil mengungkap 72 jaringan sindikat narkotika baik nasional maupun internasional. Dengan barang bukti terdiri dari shabu sebesar 2,8 ton, ekstasi 707.864 butir, ganja 4,1 ton dan lahan ganja seluas 69 Ha. Keempat, bidang rehabilitasi, BNN melalui lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan masyarakat telah merehabilitasi sebanyak 42.429 pecandu dan penyalahguna narkotika, dimana sejumlah 2.500 direhabilitasi melalui Balai Besar Rehabilitasi yang dikelola BNN.

Sementara Bupati Giri Prasta menyampaikan, penanganan masalah penyalahgunaan narkotika, perlu dilakukan secara bersama-sama baik Pemkab Badung, BNN, TNI/Polri, swasta maupun masyarakat.

Bupati juga mengapresiasi Pemerintah Pusat melalui BNN Pusat, BNN Provinsi Bali maupun BNN  Badung yang telah melakukan tugasnya dengan baik. Salah satu contohnya, Pemkab Badung telah dijadikan contoh melakukan test urine. “Kedepan kami Bupati Badung akan memberikan dukungan sepenuhnya, baik moral maupun finansial termasuk dibutuhkan berkenaan dengan rehabilitasi. Kami fokus untuk penanganan masalah penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Diakhir apel, dilakukan penyerahan kepada masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam upaya P4GN terdiri dari : Lurah Abianbase I Dewa Gede Rai Wijaya, Bendesa Adat Munggu I Made Rai Sujana, Kepala SMKN 1 Kuta Selatan I Nyoman Suparta, Ketua Karang Taruna Indonesia Mekar Sari Desa Abiansemal I Wayan Wikanjaya dan Ketua Yayasan Musim Indonesia I Ketut Nadiasa.