Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Badung Rekrut 15 Orang Magang Kerja ke Jepang, Kontrak Kerja Maksimal 5 Tahun, Sepenuhnya Dibiayai Pemkab

IB Oka Dirga

BALI TRIBUNE - Pemkab Badung melalui Dinas Perindustrian  dan Tenaga Kerja (Perinaker) akan kembali merekrut tenaga kerja untuk magang ke Jepang. Tenaga yang dibutuhnya hanya sekitar 15 orang. Jadi warga Badung yang berminat mengubah nasib di negeri Sakura tersebut diminta segera mendaftar. Kepala Dinas Perinaker Badung, Ida Bagus Oka Dirga, Rabu (9/1), menyatakan, kegiatan pemagangan di tahun 2019 ini hanya merekrut 15 orang saja. “Iya, pada tahun 2019 ini kami memberi kesempatan bagi 15 orang untuk magang ke Jepang,” ujarnya. Magang ke Jepang ini, menurut dia adalah pemerintah dalam peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Badung. Selama di Jepang, mereka selain belajar juga langsung bekerja. “Selama magang di Jepang mereka juga bekerja,” kata Oka Dirga. Ada beberapa bidang yang akan dimagangkan. Yakni disesuaikan dengan kebutuhan di Kabupaten badung. Meliputi bidang pertanian, perkebunan, pengolahan bahan makanan, peternakan dan kontruksi. “Sebelum diberangkatkan mereka nanti diberikan pelatihan dulu. Setelah itu mereka akan diberikan penempatan di sejumlah industri di negara Jepang selama tiga tahun,” terangnya. Selama 3 tahun di Jepang, para pekerja magang ini hanya mendapat cuti selama 10 hari pertahun. Untuk waktu kerja 6 hari  seminggu dan 8 jam  perhari. Bagi yang lembur dibayar perjam. “Kontraknya tiga tahun dan bisa dilanjutkan selama dua tahun. Jadi mereka bisa magang selama lima tahun,” kata Oka Dirga. Mengenai biaya, pejabat asal Desa Taman, Abiansemal ini menyatakan sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Badung. ”Mereka bisa magang selama lima tahun dan kembali dari magang juga kita biayai  sehingga modalnya nanti bisa untuk berwirausaha sesuai dengan keahlian pada saat dia magang,” ujarnya. Saat pemagangan mereka mendapatkan gaji sebesar Rp 10 hingga Rp 25 juta sesuai dengan tempat kerja, jenis pekerjaan dan jam kerja. Untuk persyaratan mereka harus ber KTP Badung,  usia minimal 18 tahun  dan maksimal 28 tahun, sehat rohani dan jasmani bisa berbahasa Jepang dan tamat SMA. “Untuk syarat bisa berbahasa Jepang, kami pemerintah akan memberikan kursus singkat gratis bagi mereka yang belum bisa bahasa Jepang yakni pada bulan Februari  hingga April,” katanya. Perekrutan magang ini, imbuh dia, sudah mulai dibuka saat ini. Ia pun mengimbau masyarakat Badung yang memenuhi persyaratan tidak mensia-siakan kesempatan ini. Adapun mekanisme rekrutmen  dan keberangkatannya yakni pemdaftaran di Dinas  Perinaker, dilanjutkan diberikan pelatihan berupa kursus bahasa Jepang. Selanjutnya pembukaan lowongan pemagangan, intervew dari LPK dan intervew dari perusahan Jepang, dilanjutkan karantina selama dua sampai tiga bulan dan keberangkatan peserta pemagangan. “Program ini sudah tiga tahun berjalan dan hingga kini sudah ada 12 orang yang diberangkatkan pemagangan ke Jepang dan kini kami membuka 15 orang lagi,” ujarnya sembari menyebutkan pada perekrutan pemagangan tahun 2018  ada 7 orang  yang sudah diberangkatkan ke Jepang.

wartawan
I Made Darna
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.