Bali International Triathlon Tingkatkan Okupansi di Sanur Hingga 20 Persen | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 11 Juli 2020
Diposting : 5 October 2018 21:13
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Konferensi pers Bali International Triathlon 2018 di Sanur, Denpasar
BALI TRIBUNE - Sanur menjadi salah satu destinasi terbaik untuk triathlon yaitu olahraga yang menguji ketahanan fisik dengan kombinasi renang jarak jauh, bersepeda dan lari versi AsiaTri tahun 2016-2017. Demikian disampaikan Senior General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi saat konferensi pers Herbalife Nutrition Bali International Triathlon di Sanur, Denpasar, Kamis (4/10).
 
Dia mengatakan, AsiaTri.com adalah sebuah majalah online triathlon Asia yang memberikan peringkat Bali International Triathlon sebagai Best Triathlon Run Course in Asia 2017. Tahun ini pihaknya kembali menggelar sport tourism Bali International Triathlon yang berlangsung di Sanur pada 21 Oktober 2018 mendatang. Event berskala internasional tersebut telah digelar di Sanur sejak tiga tahun terakhir yang melengkapi industri pariwisata daerah pesisir itu. 
 
Setiap penyelenggaraan Bali International Triathlon jumlah peserta setiap tahunnya kerap meningkat dari 800 hingga 2 ribu lebih. Bahkan masyarakat Sanur pun memberi respon positif terhadap event tersebut dengan ikut berpartisipasi menjadi peserta lari. 
 
Menurut Andam, event olahraga internasional ini juga mendapat respon dari wisatawan asing diberbagai negara. Tahun ini akan diikuti 2.250 peserta sekitar 40 persen dari mancanegara seperti Australia, Eropa dan lainnya dan 60 persen peserta lokal dari berbagai daerah di Tanah Air. "Juga sudah dapat tanggapan positif dari masyarakat setempat," katanya. 
 
Sementara itu, IB Wisnu Diwangkara dari Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), mengatakan Bali International Triathlon merupakan rangkaian dari Sanur Village Festival (SVF) 2018. "Event ini sangat memberikan efek positif pada kami. Baik dari sisi kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan juga industri pariwisata di Kota Denpasar, Sanur khususnya," terangnya.
 
Dengan adanya kegiatan ini masyarakat mulai sadar pentingnya menjaga kenyamanan dan kebersihan destinasi wisata Sanur. Sedangkan efek positif untuk pariwisata Sanur yakni meningkatkan okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di kawasan ini hingga 20 persen selama event berlangsung. 
 
"Yang paling penting buat kami yang mayoritas bergantung pada pariwisata, dengan kegiatan ini efek pariwisata meningkat dari tahun-tahun sebelumnya," ucap Wisnu. 
 
Berdasarkan pengalaman Bali International Triathlon sebelumnya, peserta dari luar negeri cenderung memperpanjang masa tinggalnya di Sanur setelah event berlangsung. Perpanjangan masa tinggal itu yakni 2-7 hari bahkan lebih. Hal ini dianggap membawa dampak yang baik terhadap usaha akomodasi di sekitar Sanur.