Bangli ‘Impor’ Benih Ikan dari Karangasem | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 13 April 2024
Diposting : 15 February 2018 23:33
Agung Samudra - Bali Tribune
Perikanan
Kabid Perikanan Dinas PKP Bangli, I Nyoman Widiada

BALI TRIBUNE - Kebutuhan akan benih ikan untuk kelompok pembudidaya ikan di Danau Batur cukup tinggi. Namun Balai Benih Ikan sebagai sentra produksi benih belum mampu mengakver kebutuhan benih ikan.  Untuk pemenuhan akan benih , Dinas Pertanian ,Ketahanan Pangan ,Perikanan Bangli menggandeng Dinas Perikanan Karangasem. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Perikanan ,Dinas PKP Bangli, I Nyoman  Widiada (14/2).

Kata Nyoman Widiadam,  di Danau batur terdapat  180 kelopmpok  pembudidaya ikan yang tersebar di delapan zone  yang meliputi Yeh Panes Ulun Danu,Yeh Panes Banjar Dalem, Desa Songan, Toyo Bungkah  Pura Jati, Seked Kedisan, Buahan  Abang Dukuh, Abang Songan  dan Trunyan. Kata dia, kebutuhan bibit ikan  mencapai 24 juta  ekor.” Kebutuhan akan bibit ikan memang cukup tinggi” jelasnya . Ditengah  kebutuhan bibit ikan tinggi,BBI sebagai sentra pengasil benih belum mampu memenuhi kebutuhan itu.  Untuk tahun 2016  BBI  hanya bisa menyediakan benih sebanyak 12 juta ekor dan ditahun 2017 produksi benih menurun dan hanya mampu menghasilkan  bibit ikan 7.166.000 ekor.” Menurunya produksi benih karena Induk ikan yang sudah berumur dan kini telah dilakukan peremajaan” ungkapnya . Menyikapi masalh kekurang bibit ikan, pihaknya telah melakukan penjajakan kerjasama  dengan dinas perikanan Karangasem. Dipilihnya pihak yang berkopten dalam pemenuhan bibit tiada lain  dari segi kesehatan bibit terjamin, dilengkapi surat keterangan asal bibit ,bibit ikan yang dipasok berkwalitas bagus/unggul.

Nyoman Widiada menambahkan dengan telah terbentuknya asosiasi  pelaku perikanan (APP) yang diresmikan 19 Desember tahun lalu  , maka nantinya asiosiasi ini akan menjadi mitra kerja  dinas perikanan . “ Sebagai sebuah wadah  APP nantinya  bisa mengkaver kaiatnya dengan masalh bibit ,pengolahan dan pemasaran hasil perikanan” jelas Nyoman Widiada.

Disinggung keluhan serangan tikus  yang dialami  pemilik Keramba Jaring Apung. Dikatakan untuk mengantisipasi serangan hama tikus  yang perlu dilakukan pemilik yakni menjaga kerbersihan  keramba” Bila ada bangkai  ikan yang mati dan tersangkut dijaring segera diangkat” ujarnya.  Memang cara yang paling ekstrem membasmi serangan tikus yakni dengan cara menebar racun , namun cara ini sangat beresiko karena bisa mencemari air danau.