Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bangunan Zaman Kerajaan di Gianyar Terancam Punah

KUNO - Pembongkaran sebuah Gedong Pingit di Puri Abianbase yang diperkirakan dibangun pada tahun 1884.

BALI TRIBUNE - Seiring perkembangan zaman, keberadaan bangunan kuno seperti bangunan di pura hingga bangunan peninggalan zaman kerajaan maupuan zaman penjajahan di lingkungan puri/keraton maupun di permukiman penduduk di Gianyar terancam punah. Mengingat, kelestarian sejumlah bangunan tua yang  hingga kini masih utuh hanya mengandalkan keteguhan pemiliknya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Kondisi ini sangat rentan, sebelum ditopang dengan regulasi yang mensinergikan pemeliharaan bangunan kuno sebagai salah satu pusaka  bumi seni. Pembongkaran Gedong Pingit, sebuah bangunan kuno di Puri Agung Abianbase, Gianyar, Minggu (2/8), sempat menuai perhatian warga. Karena bangunan yang didirikan di zaman kerajaan itu, usianya sangat tua dan  menjadi saksi sejarah kepunggawaan Puri Abianbase. Sayang, lantaran bagian atapnya yang sudah keropos, bangunan inipun tidak lagi ditempati dan hanya difungsikan saat ada hajatan upacara. Kini, seiring tuntutan hunian di lingkungan setempat, bangunan tua inipun akhirnya  dipugar agar dapat difungsikan kembali sebagai tempat hunian. “Kami belum tahu apakah bangunan gedong ini akan dirombak total seperti bangunan kekinian atau merenovasi beberaga bagiannya saja. Terlebih, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kelayakan  tempat hunian zaman sekarang,” ungkap Palingsir Puri Agung Abianbase, Anak Agung Raka Payadnya yang mengawasi pembongkaran bangunan itu. Diakuinya, bangunan ini sangat tua hingga dirinya yang kini sudah berusia 74 tahun tidak tau pasti kapan dibangunnya. Namun dari cerita kakeknya, yakni almarhum Anak Agung Gde Ngurah (Punggawa Abianbase) yang terakhir, menyebutkan jika Gedong Pingit itu dibangun  setelah musibah gempa Gunung Krakatau yang di Bali dikenal dengan musibah “Gejer Gede”.  “Saat Gejer Gede itu, kakek saya menyebutkan semua bangunan rata dengan tanah. Setahun kemudian, kami perkirakan tahun 1884, gedung ini baru kemudian dibangun berkat bantuan para undagi dari semeton Gusti Kuanji di Abianbase,” terangnya.  Walaupun bagian atap bangunan ini sudah lapuk, Agung Payadnya mengaku sangat mengagumi kekuatan konstruksi kayunya yang sangat kuat. Terbukti saat gempa Lombok mengguncang, bangunan ini tetap utuh. Namun sayang, karena bagian atapnya sudah banyak yang lapuk, renovasinya pun harus dilakukan demi kenyaman keluarganya. “Sedapat mungkin kami akan berupaya mempertahankan sejumlah bagian bangunan lama yang masih utuh. Mudah-mudahan anak-anak kami juga berpikiran yang sama tanpa mengesampingkan kelayakan hunian zaman sekarang,” harap pencetus kesenian Drama Gong ini. Agung Payadnya yang juga sebagai anggota Listibia (Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan) Gianyar mengakui, sejauh ini implementasi program Pelestarian dan Pemeliharaan Warisan Budaya Dari Pemkab Gianyar, lebih condong pada kesenian dan adat. Seperti pendataan dan pelestarian kesenian langka yang hampir punah. Mengenai keberadaan bangunan kuno yang juga menjadi warisan pusaka Gianyar,  belum menjadi prioritas. Kemungkinan atas pertimbangan, bahwa bangunan di pura, puri  maupun permukiman penduduk,  cenderung masih dilestarikan dan mendapat perawatan. Namun ke depannya seiring perkembangan zaman dan kebutuhan hunian dan lainnya, tidak menutup kemungkinan keberadaannya akan lenyap satu per satu. “Di Gianyar kita patut bersyukur. Bangunan tua seperti di pura sangat  disakralkan oleh pengemongnya. Demikian juga  di puri-puri, sebagian besar masih mempertahankan tatanan yang diwariskan,” bangganya.

wartawan
redaksi
Category

Polisi Ungkap Sindikat Peredaran Uang Palsu dan Penyalahgunaan Gas Subsidi di Buleleng

balitribune.co.id | Singaraja - Kepolisian Resor (Polres) Buleleng berhasil mengungkap dua kasus kriminal yang meresahkan masyarakat, yakni praktik pengoplosan LPG bersubsidi dan peredaran uang palsu. Kedua kasus ini diungkap melalui operasi terpisah oleh Satreskrim Polres Buleleng dan Polsek Sawan.

Baca Selengkapnya icon click

Misteri Pencurian di Desa Bunutin: Emas Puluhan Gram Raib, Uang Rp 50 Juta Dibiarkan

balitribune.co.id | bangli – Nasib nahas menimpa Made Agus Wiguna. Pria asal Banjar Selati, Desa Bunutin, Bangli ini harus kehilangan perhiasan emas yang disimpan di dalam lemari kamar rumahnya. Total emas yang raib berupa cincin, gelang, dan kalung dengan berat keseluruhan mencapai sekitar 23 gram. Kasus pencurian ini telah dilaporkan secara resmi ke Polres Bangli.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jaringan Pipa PDAM Bangli Kerap Putus Akibat Longsor, Ketua DPRD Desak Langkah Antisipasi

balitribune.co.id | Bangli – Musibah longsor yang kerap menimpa jaringan pipa milik Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Danu Arta Bangli di sumber mata air Gamongan, Desa Kayubihi, mendapat sorotan tajam dari kalangan DPRD Bangli. Pasalnya, kerusakan pipa akibat tertimbun material longsor ini sudah menjadi kejadian tahunan yang menyebabkan distribusi air ke pelanggan terganggu hingga berhari-hari.

Baca Selengkapnya icon click

Api Literasi Menuju Transformasi Sekolah

balitribune.co.id | Sekolah memiliki Visi yang terkoneksitas dengan Visi pemerintah daerah agar Kepala Sekolah sebagai nahkoda dalam menjalankan program sekolah menjadi terarah dan terukur sesuai kebijakan pemerintah. Sekolah sebagai rumah pendidikan bukan hanya untuk belajar tetapi harus memiliki indikator pendidikan yang terukur untuk menjabarkan Visi agar betul-betul menjadi sekolah yang memperkuat akar-budaya bangsa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Sanjaya Buka PKB Tabanan 2026, Ribuan Seniman Siap Tampil di PKB XLVIII Bali

balitribune.co.id | Tabanan - Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana Tabanan, Minggu, (7/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Made Wijaya Hadiri Aksi Korve Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Pantai Samuh Benoa

balitribune.co.id | Mangupura - Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Wijaya, mewakili Ketua DPRD Badung menghadiri sekaligus mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam kegiatan Kerja Bakti Bersih Lingkungan (Korve) Serentak yang digelar di Pantai Samuh, Benoa, Kuta Selatan, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.