balitribune.co.id | Negara - Setelah mencuatnya unggahan status facebook Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika terkait adanya pengaduan dari orang tua peserta magang ke luar negeri asal Jembrana, akhirnya pihak agen tenaga kerja yang memberangkatkannya mendatangi DPRD Jembrana Senin (18/4). Pihak agen yang memberangkatkan peserta magang tersebut membantah tudingan yang diunggah ke media sosial tersebut.
Sebelumnya Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika mendapatkan pengaduan dari orang tua peserta magang asal Kecamatan Melaya, Jembrana yang diberangkatkan oleh PT R ke Dubai. Dikonfirmasi Senin (18/4) Suastika mengatakan orang tua peserta magang berinisial Kadek A beberapa kali datang ke rumahnya dan mengadukan persoalan anaknya di Dubai. Menurutnya orang tuanya itu menerima kabar dari anaknya jika di Dubai menganggur dan tidak bekerja serta selalu minta agar dikirimi bekal.
"Akhirnya saya tindaklanjuti menyambungkan ke Dinas Tenaga Kerja. Kemana harus dikoordinasikan sehingga anak ini bisa dipulangkan. Karena pihak orang tua sudah sempat berkomunikasi dengan pihak agen namun belum ada jawaban," jelasnya. Ia mengakui sempat menulis status ini di akunnya di facebook dan mengharapkan masyarakat berhati-hati dalam memilih agen. Terlebih menurutnya dalam kondisi pandemi belakangan ini banyak yang butuh pekerjaan dan banyak agen yang menawarkan program.
"Jangan sampai kondisi masyarakat yang bosan menganggur mereka jadi terpengaruh dan kena iming-iming dimana akhirnya di luar negeri tidak ada pekerjaan. Apalagi visa yang dipakai bukan visa sebagai tenaga kerja namun visa holiday atau yang lainnya. Malah saya dengar kalau ke Dubai harus ada panggilan kerja dulu," uangkapnya. Untuk mengantisipasi masalah tenaga kerja ini, pihaknya mengatakan akan secepatnya memanggil seluruh LPK di Jembrana serta agen-agen pemberangkatan tenaga kerja.
Sementara itu kuasa hukum agen pemberangkatan tenaga magang saat mendatangi DPRD Kabupaten Jembrana menyatakan pimpinan PT R merasa keberatan dituding telah menelantarkan seorang pemuda Jembrana di Dubai seperti yang di unggah ke media sosial oleh Ketut Suastika. Dihadapan Sekretaris DPRD Jembrana I Komang Suparta, pihak agen menyatakan anggota dewan agar mengklarifikasi terlebih dahulu dengan PT R sebagai penyalur tenaga kerja sebelum postingan di medsos,.
"Kami harapkan masalah ini bisa diselesaikan. Bahkan kami sudah zoom meeting dengan Kadek A di Dubai dan orang tua Kadek A. Kadek A sudah minta maaf sama orang tuanya karena menyampaikan informasi tidak benar dan orang tua Kadek A juga sudah minta maaf pada kami," kata penasehat hukum PT R, Nur Abidin didampingi pihak perusahaan Ni Putu Asteria Yuniarti. Dikatakan sejatinya permasalahan ada pada Kadek A yang keluar dari tempatnya magang di salah satu hotel di Dubai.
Peserta magang tersebut menurutnya tanpa pamit pada pimpinan dan manajemen hotel. Padahal dikatakannya sejatinya yang bersangkutan sudah mendapatkan uang saku. "Dia di Dubai tidak terlunta-lunta namun tinggal di asrama. Semua biaya kami tanggung. Termasuk biaya perpanjangan visa. Yang diberangkatkan tidak hanya Kadek A, tapi banyak. Namun teman-temannya semua sudah bekerja tetapi hanya Kadek A yang belum. Ini karena kemampuan dia yang masih terbatas juga," jelas Asteria
Asteria mengatakan PT R itu legal dan semua persyaratan keberangkatan dipenuhi. Diakui memang Kadek A berangkat dengan visa sponsor. Dan nantinya visa kerja didapatkan setelah mendapatkan pekerjaan yang tetap di Dubai. "Agar masalah ini tidak menjadi bola liar, kami harapkan juga agar pak Ketua Suastika mengklatifikasi hal ini pada masyarakat. Karena ini sudah sangat berimbas pada perusahaan. Sudah banyak peserta magang yang diberangkatkan, termasuk dari Jembrana" tandasnya.