Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bau Bangkai Babi Menyengat, Puluhan Warga Eksodus

Bali Tribune / Kematian ratusan babi milik PT Anugrah Bersama Sukses (ABS) di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Singaraja
balitribune.co.id | Singaraja - Kematian ratusan babi milik PT Anugrah Bersama Sukses (ABS) di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, mulai berdampak. Sebanyak 20 KK warga setempat memilih eksodus setelah tidak tahan dengan bau bangkai yang cukup menyengat. Mereka mengungsi sejak Kamis (27/2) ke balai banjar setempat untuk menghindari bau maupun ekses lain dari bangkai babi itu. Namun, pada siang hari mereka kembali  melakukan aktivitas harian seperti biasa.
 
"Kondisi saat ini di peternakan babi milik  PT ABS yang berlokasi di Dusun Kawanan, Desa Bila, sudah sangat mengganggu,"  keluh warga setempat Jumat (28/2). 
 
Warga memilih menjauh dari tempat tinggalnya  setelah sebelumnya sebanyak 116 ekor babi milik PT ABS mati misterius dan menyebabkan bau yang sangat menyengat. Dinas Pertanian (Distan) Buleleng melakukan langkah dengan mengambil sample organ dan darah babi yang mati. Sample itu dibawa ke  Balai Penelitian Veteriner di Medan untuk diteliti. Sambil menanti hasil uji lab,pihak perusahaan  diminta melakukan tindakan biosecurity dan menjaga kebersihan sanitasi kandang.
Tak hanya itu, pihak perusahaan juga diminta memusnahkan babi yang mati dengan cara di pendam dalam tanah atau dibakar. Semua proses pemusnahan itu agar dilakukan diluar areal peternakan untuk tidak menimbulkan efek lain.
 
Kepala Distan Buleleng, Ir. Made Sumiarta, mengatakan, sejak  mendapat laporan kematian ternak babi dalam jumlah besar,ia langsung  berkordinasi dengan Balai Besar Veteriner (BB VET) Denpasar dan Dinas Peternakan Provinsi Bali. Dan sudah dilakukan investigasi ke peternakan termasuk mengambil sample darah babi baik yang sakit maupun yang sudah mati.
"Kita sudah turun ke lokasi peternakan dan mengambil langkah sesuai prosedur dengan pola investigasi dan mengambil sample,"ujarnya,Jumat (28/2).
 
Sumiarta belum berani memastikan penyebab matinya babi itu karena masih menunggu hasil uji sample dari Distanak Provinsi.
Untuk mencegah kematian susulan, Sumiarta mengatakan pihak perusahaan sudah melakukan tindakan biosecurity dan menjaga kebersihan dan sanitasi kandang dan ternak babi yang masih sehat.
Terkait masih ada babi yang sakit, Sumiarta menganjurkan dilakukan pengobatan dan juga memberikan instruksi agar babi yang sakit dilakukan isolasi. Hal itu katanya, untuk menghindari penyebaran penyakit yang lebih luas dan  mengendalikan kematian susulan.
"Yang ditemukan sakit sudah dilakukan isolasi dan tidak boleh keluar dari kandang. Perusahaan juga sudah menerapkan SOP baik melakukan biosicurity dan memusnahkan bangkai babi yang ditemukan mati tidak boleh keluar dari lokasi peternakan di sana," tandas Sumiarta.
 
Sementara, Direktur PT. ABS,  Made Widiana mengatakan,ia belum berani memastikan penyebab matinya babi ternaknya. Hanya saja, untuk menghindari kondisi lebih parah, ia sudah melakukan peningkatan pemberian obat termasuk melakukan tindakan pencegahan lainnya. Setelah itu, kata dia, jumlah kematian babi dapat berkurang cukup signifikan.
"Tinggal 1 atau 2 saja yang ditemukan mati. Babi yang terdeteksi sakit telah ditangani sesuai SOP," terangnya.
 
Widiana juga mengaku  saat ini telah  dilakukan seterilisasi kandang dan pemberian obat untuk 1.000 an ekor yang masih sehat. "Yang sakit terus diberi obat agar untuk menghindari  kematian lebih lanjut," tandasnya.
wartawan
Khairil Anwar
Category

Hingga Agustus 2026, Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang 

balitribune.co.id | Mangupura - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat pelayanan kepada 15,5 juta penumpang pada periode bulan Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 10 juta penumpang rute internasional dan 5,5 juta penumpang domestik. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Truk Kontainer Terjun ke Dasar Sungai Yeh Bakung

balitribune.co.id | Tabanan - Sebuah truk kontainer berpelat L 9233 UX terjun ke dasar sungai usai banting setir demi menghindari mobil boks di Jembatan Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

Insiden lalu lintas yang terjadi pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 13.30 Wita tersebut mengakibatkan satu korban jiwa dan menyebabkan pengemudinya luka-luka.

Baca Selengkapnya icon click

Tiga Toko di Tabanan Terciduk Jual Rokok Tanpa Cukai

balitribune.co.id | Tabanan - Sebanyak tiga dari delapan toko kelontong di Kabupaten Tabanan kedapatan menjual rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai resmi. Temuan rokok bodong tersebut terungkap saat tim gabungan dari Kantor Bea Cukai dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan menyisir kawasan pemukiman di Desa Bongan dan Desa Kediri, Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemulangan Jenazah PMI dari Taiwan Tunggu Proses Investigasi

balitribune.co.id | Negara - Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) I Made Pariana (49) yang meninggal dunia di Taiwan pada Sabtu (19/9/2026) lalu. Proses pemulangan jenazah masih menunggu penyelesaian proses investigasi oleh pihak berwenang setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Estuary Dam Suwung Surut, PDAM Tirta Mangutama Terancam Krisis Air Baku

balitribune.co.id | Mangupura - Kemarau panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku untuk produksi air bersih di Kabupaten Badung. Kondisi tersebut terlihat dari menyusutnya muka air di Estuary Dam Suwung yang menjadi salah satu sumber bahan baku utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.