Belasan Sekolah Masih Numpang UNBK | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 19 September 2020
Diposting : 23 April 2019 14:36
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/ I Nyoman Wenten
balitribune.co.id | Negara - Ujian Nasional jenjang SMP sederajat tahun ajaran 2018/2019 mulai Senin (22/4). Seluruh SMP maupun MTs di Kabupaten Jembrana dipastikan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), namun hingga kini belum semua SMP bisa menggelar UNBK secara mandiri. Sehingga belasan sekolah harus menumpang kesekolah lain lantaran masih men galami keterbatasan infrastruktur.
 
Berdasarkan data yang diperoleh pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana, dari 25 SMP di Jembrana yang seluruhnya akan mengikuti UNBK mulai Senin, baru 13 sekolah yang sudah siap menggelar UNBK secara mandiri, teridir atas 11 SMP Negeri dan 2 SMP Swasta. Sekolah negeri yang menggelar UNBK secara mandiri yakni SMPN 1 Melaya, SMPN 2 Melaya, SMPN 4 Negara, SMPN 2 Negara, SMPN 3 Negara, SMPN 6 Negara, SMPN 2 Mendoyo, SMPN 3 Mendoyo, SMPN 4 Mendoyo, dan SMPN 2 Pekutatan.  Sekolah swasta penyelenggara UNBK mandiri yakni SMP Firdaus Negara dan SMP Swastika Karya Negara.
 
Sedangkan masih ada 12 SMP yang belum menggelar UNBK secara mandiri. Sekolah yang akan mengikuti UNBK sharing atau menumpang ke sekolah lain itu terdiri dari 7 SMP Negeri dan 5 SMP Swasta. Sekolah tersebut masing-masing SMPN 3 Negara menumpang ke SMK PGRI Negara, SMPN 5 Melaya ke SMKN 4 Negara dan SMPN 4 Negara ke SMAN 1 Negara, SMPN 5 Negara ke SMAN 1 Negara, SMPN 1 Mendoyo ke SMKN 3 Negara, SMPN 5 Mendoyo ke SMAN 2 Mendoyo, dan SMPN 1 Pekutatan ke SMAN 1 Pekutatan. SMPK 3 Harapan Melaya, SMP Warna Murni dan SMP Nasional Melaya menumpang ke SMKN 4 Negara, serta SMP Nasional Berangbang dan SMP Nasional Negara ke SMP Swastika Karya Negara.
 
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Dikpora Kabupaten Jembrana, I Nyoman Wenten dikonfirmasi mengakui dalam pelaksanaannya UNBK tahun ini yang diikuti seluruh sekolah, ada beberapa SMP yang masih tetap harus menumpang untuk ikut ujian ke sekolah lain. Penyebab belum seluruh sekolah di Jembrana bisa menyelenggarakan UNBK secara mandiri menurutnya lantaran sekolah masih mengalami keterbatasan infrastruktur yakni belum memiliki komputer yang memadai.
 
 Namun menurutnya tahun ini baru pertama kali ini di 100 persen SMP di Jembrana menggelar UNBK. Ia menyebut pada Ujian Nasional tahun 2018, hanya ada 5 SMP yang dapat menggelar UNBK, dan hanya 1 SMP yang dapat menggelar UNBK secara mandiri, yakni SMP Firdaus. Namun tahun ini, sekitar 52 persen SMP di Jembrana, sudah dapat menggelar UNBK secara mandiri. “Kami bertahap memberikan bantuan komputer ke SMP-SMP. Pakan lalu sudah dibagikan sebanyak 142 unit komputer yang kami bagi ke 3 SMP, yakni SMPN 5 Negara, SMPN 5 Mendoyo, dan SMPN 3 Melaya. Selain untuk keperluan UNBK, bantuan komputer itu juga diberikan untuk pembelajaran di sekolah,” tandasnya.