Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Beras SPHP Laku Keras, Berharap Kuota Ditambah

Bali Tribune/ PENGECEKAN - Bagian Ekonomi Setda Bangli lakukan pengecekan beras SPHP di wilayah Kintamani, Bangli.


Balitribune.co.id | Bangli - Penjualan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Kabupaten Bangli mendapat respon positif dari masyarakat. Buktinya kuota 1 ton beras langsung habis dalam sehari. Pemerintah Kabupaten Bangli mencoba melakukan koordinasi agar kuota beras SPHP ke Bangli dapat ditambah.

Kabag Ekonomi Setda Bangli, Dwi Wahyuni mengatakan dari hasil pengecekan, mulai 1 Februari beras SPHP rutin ada peringiriman dari Bulog. Dalam pengiriman kuota/jumlah beras sebanyak 1 ton per pedagang. "Pedagang mendapat suplai secara bergantian. Untuk di Bangli ada 7 toko yang menyalurkan beras SPHP," ujarnya, Selasa (6/2/2024).

Kata Dwi Wahyuni, kenaikan harga beras membuat banyak peminat beras SPHP sehingga beras SPHP di pasaran cepat habis. Bahkan 1 ton beras SPHP bisa habis dalam sehari. "Seperti tidak ada beras SPHP karena ketika ada 1 ton beras datang langsung habis," ungkapnya.

Harga beras SPHP Rp 54.500 per kantong isian 5 kilogram. SEmentara menyikapi banyaknya permintaan beras SPHP, Pemkab Bangli melakukan langkah koordinasi untuk bisa menambah kuota beras dari Bulog. "Kami sedang dalam proses koordinasi untuk penambahan kuota," ungkap Dwi Wahyuni.

wartawan
SAM
Category

Sebut Penetapan Tersangka Kakanwil BPN Bali 'Ugal-ugalan', GPS Siap Uji Polda Bali di Praperadilan

balitribune.co.id | Denpasar - Tim penasihat hukum Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Bali, I Made Daging, kembali melontarkan kritik keras terhadap dasar hukum penetapan kliennya sebagai tersangka. Bahkan penetapan tersangka oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali itu disebut "ugal - ugalan" dan sarat kepentingan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Monsun Asia Aktif Picu Angin Kencang dan Peningkatan Tinggi Gelombang, Pelaku Wisata Bahari Diimbau Waspada

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam akun resminya, bmkgbali pada Rabu (21/1) mengimbau masyarakat Bali untuk tetap waspada potensi cuaca ekstrem tanggal 21-27 Januari 2026. Pada periode tersebut sebagian besar wilayah Bali sudah memasuki puncak musim hujan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.