Berdayakan Pengungsi Perempuan = PKK Kelurahan Pedungan Beri Bantuan Janur | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 30 November 2020
Diposting : 30 September 2017 12:11
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
KARANG TARUNA
JANUR - PKK Kelurahan Pedungan memberikan bantuan janur kepada pengingsi di Banjar Pitik Pedungan, Jumat (29/9).

BALI TRIBUNE - Banyaknya pengungsi mandiri yang datang ke Kelurahan Pedungan mendapatkan perhatian serius dari Lurah Pedungan dan  PKK Kelurahan Pedungan. Melihat para pengungsi berpotensi akan dalam waktu yang lama, Kelurahan Pedungan bersama PKK mengambil langkah pemberdayaan dengan memberikan bantuan janur untuk pengungsi perempuan sehingga mereka tidak jenuh tinggal di pengungsian. Selain itu juga agar para pengungsi tetap produktif meski berada di pengungsian.

Bantuan janur tersebut diserahkan Ketua TP PKK Kelurahan Pedungan Lilik Naeni Oka di Br. Pitik Pedungan, Jumat (29/9). Di sela-sela penyerahan bantuan Lilik Naeni Oka mengatakan berbagai bantuan kebutuhan pokok telah diberikan masyarakat melalui Kelurahan Pedungan yang dikoordinir karang taruna. Namun kendala yang dihadapi bagi para pengungsi adanya kejenuhan untuk menunggu di tempat pengungsian.

Melihat tersebut Lilik Naeni Oka bersama PKK Kelurahan Pedungan tergerak untuk memberdayakan perempuan dengan memberikan bantuan janur. “Kita tidak pernah lepas dari kegiatan upacara. Tentunya berbagai keperluan upacara terutama seperti ceper canang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Dengan diberikan bantuan janur bagi para perempuan yang berada ditempat pengungsian dapat menghilangkan kejenuhan dengan membuat ceper canang. Disamping itu para perempuan yang mengungsi memiliki aktivitas untuk menghilangkan kejenuhan. Meskipun tidak seperti kegiatan hari-hari di kampung halamannya minimal ditempat pengungsian mereka tidak akan jenuh.

Sementara Lurah Pedungan AA Gde Oka sangat mendukung ide PKK Kelurahan Pedungan untuk membantu para pengungsi perempuan pada khususnya untuk diberdayakan. Mengingat dengan memberdayakan keberadaan mereka tentunya akan menghilangkan trauma dan rasa jenuh tinggal ditempat pengungsian. “Kami sangat mendukung gerakan memberikan bantuan janur pada para pengungsi perempuan. Mengingat dengan janur yang diterima para pengungsi perempuan dapat membuat kebutuhan untuk upacara seperti ceper canang. Terlebih lagi keperluan kelengkapan upacara seperticeper canang sangat laku dijual di pasar-pasar dan dibutuhkan masyarakat Bali umumnya," ujarnya.

Selain memberikan bantuan berupa janur, Gde Oka juga mengaku telah menyalurkan bantuan yang telah dikumpulkan selama ini yang dikoordinir oleh karang taruna. Menurutnya dari 14 banjar yang ada hanya satu banjar yang tidak ada pengungsinya yaitu banjar Mnesa. Menurutnya keseluruhan pengungsi yang ada diwilayah Kelurahan Pedungan berjumlah 440 jiwa. Seluruh pengungsi tersebut merupakan pengungsi mandiri yang telah mendapatkan bantuan berupa sembako dan keperluan lainnya. Dalam kesempatan tersebut Gde Oka berharap para pengungsi mandiri terus melapor diri pada kepala lingkungan setempat sehingga keberadaannya terus terdata.