Berfoto Acungkan Telunjuk, Rochineng Diperiksa Panwaslu | Bali Tribune
Diposting : 7 March 2018 08:48
Redaksi - Bali Tribune
Bupati
DIPERIKSA - Pj Bupati Gianyar, I Ketut Rochineng usai menjalani pemeriksaan di Panwaslu Gianyar, Selasa (6/3).
BALI TRIBUNE - Pj Bupati Gianyar, I Ketut Rochineng menjalani pemeriksaan selama dua jam di Kantor Panwaslu Gianyar, Selasa (6/3) siang. Pemeriksaan itu terkait beredarnya foto ia bersama elit partai politik sambil mengacungkan salam satu jalur yang menjadi jargon salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Meski mengaku tidak sengaja, Panwaslu Gianyar yang sudah mengantongi dua alat bukti akan terus menindaklanjuti  temuan atas dugaan pelanggaran bagi seorang ASN ini.
 
Suasana Kantor Panwaslu Gianyar, kemarin sangat berbeda. Ratusan personel polisi disiagakan, dan kawasan kantor mendapat pengamanan ketat aparat gabungan Polda Bali dan Polres Gianyar. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pengerahan massa terkait pemeriksaan Pj Bupati Gianyar,  I Ketut Rochineng itu.
 
Pj bupati yang baru bertugas selama 15 hari ini pun memenuhi panggilan Panwaslu sesuai jadwal, yakni pukul 10.00 Wita.  Diterima Ketua Panwaslu Gianyar, I Made Hartawan  dan jajarannya, Pj Bupati Gianyar I Ketut Rochineng langsung menjalani pemeriksaan secara tertutup.
 
Pemeriksaan itu terkait temuan Panwaslu bahwa Rochineng diduga melakukan pelanggaran, karena tidak menunjukkan sikap netral dalam Pilkada serentak ini.  Berawal dari  sebuah foto yang beredar di media social, dimana dalam foto itu Rochineng yang berstatus ASN duduk berdampingan dengan sejumlah elit partai politik  dan berfoto bersama dengan mengacungkan salam satu jalur yang identik dengan salam salah satu pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.
 
Selama dua jam menjalani pemeriksaan, Rochineng mengakui jika dalam foto itu adalah dirinya saat menghadiri undangan prosesi plebon di  Puri  Agung Ubud, tanggal 2 Maret lalu.   Rochineng pun mengaku ancungan jari saat berfoto bersama itu sifatnya spontan tanpa ada maksud keberpihakan. “Kebetulan saya duduk berdekatan dengan sejumlah politisi. Karena mereka unjuk jari saat difoto, saya pun secara spontan ikut-ikutan,” ungkapnya usai menjalani pemeriksaan.
 
 Atas ketidaksengajaan itu, dia  mengaku direpotkan dengan adanya foto itu. Terlebih  harus menjalani pemeriksaan di Panwaslu. Meski merasa dirugikan atas beredarnya foto tersebut di media sosial, Rochineng mengaku tidak akan menempuh jalur hukum.  Kejadian ini akan dijadikan contoh untuk jajarannya, khususnya ASN untuk lebih berhati-hati bersikap selama pelaksanan Pilkada serentak ini.
 
Sementara Ketua Panwaslu Gianyar, Wayan Hartawan menegaskan, Rochineng sudah mengakui dan membenarkan foto itu dirinya. Fakta itu akan dikaitkan dengan norma yang ada. Apakah perilaku itu sudah sesuai atau bertentangan dengan norma. Terlebih statusnya sebagai ASN. “Sedikitnya ada 45 pertanyaan kami sampaikan. Lebih lanjut akan kami kaji lagi,” imbuh Hartawan.
 
Disinggung soal pemeriksaan saksi lainnya, Hartawan mengatakan  jika keterangan itu dipandang sudah cukup, pihaknya tidak akan ada pemeriksaan saksi lain. Namun jika dipandang perlu, pasti akan dilakukan pemanggilan saksi lainnya.