Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bergilir, Bupati dan Wabup Tabanan Tinjau Pelaksanaan Ngaben Bersama

Bupati dan Wakil Bupati Tabanan secara bergilir meninjau pelaksanaan ngaben bersama yang dilaksanakan warga setempat. Tampak Wabup Sanjaya melakukan Puja Pitara saat berkunjung pada kegiatan dimaksud di Desa Pakraman Kedungmundu Desa Belalang Kecamatan Kediri, Senin (6/8) kemarin.

BALI TRIBUNE - Bupati Tabanan serta Wakilnya secara bergiliran meninjau pelaksanaan ritual ngaben bersama di wilayah mereka. Menggandeng sejumlah wakil rakyat, dua pejabat dimaksud mengapresiasi semangat krama melaksanakan yadnya. Diawali dengan kunjungan Bupati  Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada pelaksanaan ritual ngaben bersama di Br. Belanban, Desa Pakraman Petiga Kecamatan Marga dan Desa Pakraman Pajahan Kecamatan Pupuan,Minggu (5/8) lalu. Kunjungan Bupati diawali dengan mengunjungi pelaksanaan ngaben bersama di Br. Adat Belanban Desa Pakraman Petiga. Disela-sela kunjungannya, Bupati Eka mengatakan program ngaben bersama (massal,red) merupakan program berkesinambungan yang berlandaskan semangat kegotong royongan. Oleh karena itu, sangatlah wajib memperoleh dukungan oleh pemerintah. “Program ngaben masal harus berkelanjutan, dan pemerintah wajib mendukung program ini. Semuanya harus bergotong royong, karena dengan gotong royong kita yakin yadnya akan dapat berjalan dengan baik,”ujarnya. Terkait dengan prosesi ngaben bersama di Br. Adat Belanban, Ketua Panitia kegiatan, I Wayan Sugita menerangkan, ritual itu dilaksanakan tiap  2 tahun sekali. Untuk tahun ini ritual diikuti 46 peserta terdiri dari, ngaben sebanyak 32 sawa, ngelungah 10 orang dan nyekah 4 orang. Untuk biaya upakara, selain bersumberkan dana Patis Krama, kepada masing-masing peserta dikenakan biaya dengan rincian, ngaben sebesar Rp 3,5 juta tiap sawa, ngelungah Rp 350 ribu per peserta dan nyekah masing-masing Rp 1,750 juta.  “ Selain ngaben massal disini juga dilaksanakan ritual metatah secara massal yang diikuti 33 orang,” terang Sugita seraya menyebutkan puncak acara akan berlangsung pada , Selasa (7/8) hari ini. Pada kunjungannya ke Br. Adat Belanban, Bupati Eka didampingi anggota DPRD Provinsi Bali, I Ketut Purnaya, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi , Camat Marga, I Gusti Agung Alit Adiatmika serta unusr Pimpinan Kecamatan setempat. Pada kesempatan itupula Bupati Eka menyerahkan punia sebesar Rp.10 Juta yang diterima panitia karya. Untuk kunjungannya ke Desa Pakraman Pajahan Kecamatan Pupuan, Bupati Eka didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Bali, I Gede Suamba serta anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Gede Purnawan. Di desa ini, ritual ngaben bersama diikuti 149 peserta dengan rincian, 45 sawa dan 104 ngelungah. Selain itu ditempat yang sama dilangsungkan pula ritual metatah secara massal. Terkait biaya, kepada peserta dibebani biaya Rp 4,5 juta per sawa, ngelungah Rp 750 ribu tiap peserta dan metatah masing-masing dikenakan Rp 100 ribu. Pada kunjungannya di Desa Pakraman Pajahan, Bupati Eka berkesempatan mapunia sebesar Rp. 10 juta. Secara terpisah atau tepatnya, Senin (6/8) kemarin giliran Wakil  Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya melakukan kunjungan ke pelaksanaan ritual keagamaan. Adapun lokasi dimaksud adalah, Desa Pakraman Kedungmundu Desa Belalang Kecamatan Kediri. Di desa itu, Wabup Sanjaya ditemani anggota DPR RI, I Made Urip,anggota DPRD Tabanan, I Made Edi Wirawan dan Made Suarta serta Camat Kediri, I Made Murdika. “Yang terpenting adalah rasa tulus ikhlas dan bukan pada berapa biaya yang dihabiskan ataupun berapa banyak banten yang ada.Tujuan yadnya adalah baik, jika dilaksanakan secara sungguh-sungguh saya yakin akan berjalan dengan baik,” ucap Sanjaya. Menurut penjelasan Ketua Panitia, Banuarta, pelaksanaan ngaben bersama di Desa Pakraman  Kedungmundu Desa Belalang diikuti oleh 95 peserta dengan rincian 53 sawa dan 42 ngelungah.   Adapun biaya upakara mencapai total Rp 400 juta bersumberkan iuran karma desa yang mencapai 540 KK serta subsidi dari pihak Desa Pakraman. Sebagaimana jadwal, ritual ngaben bersama ini akan dilanjutkan dengan prosesi memukur yang sedianya berlangsung 24 Agustus 2018 pekan depan.

wartawan
Komang Arta Jingga
Category

Senderan Proyek Vila Jebol Timpa Pura Manik Suci Ubud

balitribune.co.id | Gianyar - Peristiwa longsornya tembok senderan proyek vila di Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, menuai sorotan tajam. Pasalnya, lokasi proyek yang berada tepat di atas area Pura Manik Suci tersebut kini menyebabkan kerusakan pada bangunan suci akibat jebolnya tembok penyangga.

Baca Selengkapnya icon click

Dirut Perumda Sanjayaning Singasana Mundur Demi Posisi Baru di Perumda Pasar Badung

balitribune.co.id | Tabanan – Direktur Utama (Dirut) Perumda Sanjayaning Singasana, Kompyang Gede Pasek Wedha, secara mendadak mengundurkan diri. Pengunduran diri itu bukannya tanpa sebab. Kompyang belum lama ini terpilih sebagai Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) di Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antisipasi Pilkel 2027, Komisi I DPRD Tabanan Konsultasikan Kekosongan Aturan Teknis UU Desa ke Kemendagri

balitribune.co.id | Tabanan – Kekosongan aturan teknis dalam bentuk peraturan pemerintah atau PP terkait penjabaran Undang-Undang Desa yang baru membuat Komisi I DPRD Tabanan berinisiatif untuk menanyakan mekanisme pencalonan perbekel (kepala desa). Pasalnya, pada 2027 mendatang, ada 97 desa di Kabupaten Tabanan yang akan menggelar pemilihan perbekel.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Sedana Arta: Rumah Jabatan Sikut Satak, Wujud Nyata Pelestarian Budaya Bangli

balitribune.co.id | Bangli - Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta merancang pembangunan Rumah Jabatan Bupati berupa balai pertemuan dan gedung kantor sikut satak. Pembangunan dengan mengusung konsep arsitektur tradisional Hindu Bali, sikut satak ini adalah sebagai bentuk pelestarian warisan budaya. 

Baca Selengkapnya icon click

Memahami Dilema Gubernur Bali Terkait TPA Suwung

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), telah merilis penutupan TPA Suwung bahwa TPA terbesar di Bali itu akan ditutup permananen pada tanggal 23 Desember 2025, tetapi penutupan tersebut kemudian ditunda hingga tanggal 28 Pebruari 2026 atas beberapa pertimbangan, diantaranya belum siapnya infrastruktur pengolahan akhir sampah khususnya di Badung dan Denpasar, perpanjangan masa penutupan TPA itu dimaksudkan agar dalam tentang waktu

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.