Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Berkembangnya Terobosan Hingga Munculnya Kekhawatiran Usai Pandemi

Bali Tribune / Dr Ir Gede Sedana, M.Sc., MMA.

baitribune.co.id | Denpasar – Pandemi Covid-19, pertanian saat ini telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan perekonomian khususnya di Provinsi Bali. Adanya terobosan yang berkembang di dalam sektor pertanian hingga pertanyaan dan kekhawatiran bermunculan di masa pandemi ini.

Rektor  Dwijendra University, Dr Ir Gede Sedana, M.Sc., MMA.,  mengatakan bahwa sebelum adanya pandemi Covid-19, sektor pariwisata dipandang sebagai sektor andalan. Namun kini sektor pariwisata  mengalami goncangan hingga sampai ke titik nol dan memberikan dampak pada sektor-sektor lainnya.

“Tidak ada sektor-sektor disana misalnya mulai dari pengelola Hotel, pegawai hotel, restoran, transportasi dan merembet juga pada sektor-sektor ekonomi lainnya yang terjadi. Kemudian banyak sekali tenaga kerja dengan pekerja yang tadinya terampil di bidang pariwisata dan penjaganya itu mereka harus kembali ke kampungnya masing-masing,” ujar Dr Ir Gede Sedana saat ditemui di Dwijendra University, Rabu (10/3).

Lebih lanjut diungkapkan, sedangkan bagi pekerja yang masih bisa bertahan akan tetap bertahan, namun sebaliknya bagi pekerja yang tidak bertahan akan terpaksa harus beralih profesi.

“Ada yang menjadi pedagang, misalnya pengelola jasa bahkan ada yang beralih ke sektor pertanian,” ungkapnya.

Adapun dalam sektor pertanian yang tetap eksis sejak awal pandemi hingga saat ini, masih tetap berkembang adalah Urban farming. Urban farming merupakan pengelolaan pertanian dengan menggunakan lahan sempit dan menggunakan teknologi yang cukup baik tidak lagi konvensional seperti pertanian yang dilakukan oleh para petani di lahan-lahan sawah.

Tidak hanya itu, Urban farming sangat diminati karena bisa diaplikasikan ditengah perkotaan yang padat sekalipun. Serta urban farming ini memiliki tanaman-tanaman yang memiliki sifat umur yang relatif pendek.

“Sebulan sudah bisa menghasilkan, paling tidak 3 sampai 4 minggu. Kemudian memiliki nilai ekonomis yang tinggi, pasarnya jelas.  Produknya pun segar dan dibutuhkan sehari-hari, sehingga bagi mereka yang menekuni sektor pertanian ini khususnya Urban farming  dapat memperoleh penghasilan yang lebih cepat dibandingkan dengan pertanian konvensional,” paparnya.

Sedana menjelaskan bahwa meskipun ada urban farming, namun masyarakat diharapkan tidak  melupakan pertanian konvensional yang sudah ada. 

“Yang ada ini harus semakin diperkuat, tidak hanya oleh kelompok-kelompok taninya atau individu-individunya tetapi juga dari faktor luar eksternal. salah satunya adalah pemerintah,” jelas Sedana.

Dijelaskan, pemerintah dapat memainkan perannya dari kebijakan maupun peraturan-peraturan yang memberikan kemudahan kepada para petani konvensional. Terutama bagi para petani yang memiliki kesulitan atau keterbatasan.

“Nah disinilah peran pemerintah, artinya bahwa mulai dari kebijakan di awal penyediaan sarana produksi petani-petani yang profesional ini perlu diberikan bibit, karena produksi yang unggul, yang bagus dari benih bibit, peralatan juga mereka memerlukan untuk memudahkan dan meringankan beban operasionalnya atau biaya produksinya,” tambahnya.

Sementara persoalan teknologi, para petani memang sudah memiliki teknologi yang dibutuhkan tetapi kerap kali teknologi saat ini senantiasa berubah tergantung pada perkembangan zaman permintaan konsumen dari industri.

Selanjutnya, Sedana menuturkan bahwa  teknologi ini juga akan mengikuti perubahan. Adapun aspek yang lebih penting baik konvensional maupun yang non konvensional saat ini, yakni pasca panen.

“Kalaupun misalnya produk-produk sudah dihasilkan maka diperlukan ada penyerapan. Apakah dalam bentuk segar, basah atau produk-produk olahan? Apa yang dilakukan ini, tentunya para petani belum mampu. Sehingga dibutuhkan industri-industri perdesaan yang tepat,” terang Sedana.

Adanya pengusaha lokal atau pembisnis yang membangun industri-industri dan dapat menyerap produk-produk pertanian. Hal ini tidak semata-mata produk pertanian juga bisa diolah tetapi ada kesempatan kerja yang disiapkan industri ini, serta berperan sebagai pendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Oleh karena itu, diharapkan  mulai dari hulu sampai ke hilir sistem pemasarannya dapat dibuatkan dalam satu tatanan yang terintegrasi dan holistik. Sehingga masing-masing pihak di dalam tatanan sistem ini mendapatkan keuntungan secara ekonomis dan sistem berkelanjutan.

Kemudian Sedana menyatakan bahwa terobosan baru terkait di sistem pertanian yang paling muncul saat ini adalah e-commerce. Artinya melalui elektronik atau sistem online ini sudah menjadi terobosan pada saat pandemi, karena proses berinteraksi sangat terbatas dan sangat sulit. Terlebih beberapa peminat menginginkan produk-produk diperoleh secara online di tengah pandemi guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dengan ada dunia teknologi informasi dan komunikasi ini menjadi salah satu pendukung pada situasi pandemi Covid 19 misalnya, di beberapa tempat kelompok-kelompok pemuda menghasilkan produk-produk pertanian, kemudian itu dipasarkan melalui media sosial dan media-media elektronik lainnya,” ucap Rektor yang padat dengan berbagai aktivitas ini.

Namun tanpa disadari, hal ini justru memberikan satu tekanan eksternal. Dimana, para petani dan anak-anak muda bisa beradaptasi dengan memiliki kreativitas untuk memilih sistem pemasaran yang dilakukan selain melalui pemasaran konvensional di pasar-pasar tradisional.

“Sebenarnya dulu sudah ada e-commerce, namun dulu hanya dilakukan oleh sekelompok pengusaha dan kelompok-kelompok tertentu dan jumlahnya sangat terbatas. Dengan adanya pandemi ini, kemudian teknologi informasi komunikasi itu sangat mudah di generasi muda selain mereka yang tadinya bekerja di non pertanian kemudian menjadi kerja di sektor pertanian. Rekayasa teknologi yang dimanfaatkan meskipun saat ini memang belum banyak, tetapi sudah mulai dikembangkan oleh anak-anak muda,” tutur Sedana.

Selain itu, Sedana memaparkan bahwa generasi muda yang kini beralih ke sektor pertanian dinilai karena tidak ada pilihan lain selain ke sektor pertanian. Pihaknya khawatir bila kondisi kembali normal dan seusai pandemi pariwisata kembali, maka generasi muda akan meninggalkan lagi sektor pertanian.

“Banyak anak muda yang dulunya bekerja di pariwisata sekarang beralih ke sektor pertanian. Sebenarnya ini “bekerja di sektor pariwisata” itu mereka kembali kepadanya karena nggak ada pilihan. Pilihan yang bisa dimasuki oleh mereka yang terkena PHK atau yang terkena dampak dari pandemi ini adalah pertanian itu sendiri. Tetapi saya masih belum yakin, karenanya pilihan-pilihan sementara. Pada saat misalnya pandemi ini berakhir, kepada sektor pariwisata sudah mulai berkembang, apakah mereka akan meninggalkan lagi pertanian ini. Itu yang sebenarnya dikhawatirkan,” imbuhnya.

Pihaknya mengajak secara bersama-sama antara pemerintah dan bukan pemerintah untuk membuat satu kajian dan  kebijakan-kebijakan yang bagus terutama dalam memperhatikan para pelakunya agar mendapatkan keuntungan-keuntungan ekonomi. Sehingga para petani tidak akan lari lagi meninggalkan pertanian.

“Anak muda pun juga akan kembali bertani karena ada banyak testimoni, ada banyak keberhasilan-keberhasilan yang dilakukan oleh anak-anak muda pada saat ini dan dikelola secara agrobisnis,” pungkasnya.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Lansia 84 Tahun Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Batukaru

balitribune.co.id I Tabanan -  Seorang kakek bernama I Made Dibia (84) dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di lereng Gunung Batukaru, Tabanan, sejak Sabtu (25/4/2026) sore. Hingga Senin (27/4/2026) petang, keberadaan warga Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel tersebut masih misterius.

Baca Selengkapnya icon click

Dinilai Kurang Ideal, Seniman Kritik Panggung Utama Festival Semarapura VIII

balitribune.co.id I Semarapura - Pembukaan Festival Semarapura ke-8 akan dihelat Selasa (28/4/2026). Namun, persiapan pelaksanaan festival terbesar di Klungkung ini masih menyisakan sejumlah persoalan. Salah satunya yakni terkait panggung utama yang dinilai kurang ideal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Operasional TPST Tahura 1 Denpasar Dikebut, Ditarget Olah Sampah 200 - 300 Ton Per Hari

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar terus menggenjot optimalisasi operasional mesin pengolah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di Kota Denpasar. Kali ini, optimalisasi terus dilakukan dengan menyasar TPST Tahura 1 yang saat ini ditarget mampu mengolah sampah Kota Denpasar dengan kapasitas sebanyak 200 ton per hari. 

Baca Selengkapnya icon click

Curi Perhiasan Emas Senilai Ratusan Juta, Residivis Asal Desa Peninjoan Diciduk Polisi

balitribune.co.id I Bangli - Tim Opsnal Polsek Tembuku berhasil mengungkap kasus pencurian emas senilai ratusan juta milik I Putu Eka Andita Wiguna (36) asal Banjar Kalanganyar Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku. 

Tim Opsnal Polsek Tembuku yang dipimpin IPDA I Nengah Kariawan  berhasil mengamankan pelaku berinisial IWS asal Banjar Penarukan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Edukasi Berkendara Aman Astra Motor Bali Sapa Pelajar Gianyar

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan budaya keselamatan berkendara melalui kegiatan edukasi safety riding yang menyasar kalangan pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Gianyar pada Jumat (24/4/2026) dengan melibatkan 65 siswa sebagai peserta aktif.

Baca Selengkapnya icon click

Cara Perempuan Astra Bali Maknai Hari Bumi, Pilah Sampah dari Sumbernya

balitribune.co.id | Denpasar - Perempuan Astra bersama Grup Astra Bali menggelar kegiatan workshop bertajuk ‘Peran Perempuan Astra Penjaga Harmoni Bumi’. melalui workshop dan diskusi bertema “ Pilah & Olah Sampah”,  Sabtu (25/4/2026) di Astra Motor Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.