Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Berpotensi Hoaks, Stop Klaim Hasil Pileg

Bali Tribune/ AA Ngurah Gede Widiada
balitribune.co.id | Denpasar - Saling klaim kemenangan pada Pemilu Serentak 2019 terus berlangsung. Tak hanya hasil Pemilihan Presiden (Pilpres), klaim menang pun riuh terkait hasil Pemilihan Legislatif (Pileg). Bahkan ini hampir terjadi di semua daerah di Indonesia.
 
Di Bali misalnya, klaim menang hingga kalkulasi perolehan kursi di lembaga legislatif semakin santer. Bukan hanya di media sosial, klaim kemenangan ini bahkan disampaikan secara resmi melalui media massa, baik cetak maupun elektronik.
 
Kondisi ini mendapat catatan khusus dari Wakil Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali, AA Ngurah Gede Widiada, Menurut dia, saling klaim kemenangan hingga proyeksi raihan kursi ini sangat tidak elok. Ia meminta semua pihak untuk bersabar.
 
Calon anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Utara dari Partai NasDem ini menilai, saling klaim hasil Pilpres dan Pileg itu adalah perbuatan yang tidak menghargai kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara Pemilu.
 
Caleg petahana yang akrab disapa Gung Widiada ini meminta semua pihak menahan diri dan menunggu keputusan resmi dari KPU. Saling klaim ini berpotensi menimbulkan hoaks, terutama apabila berbeda dengan hasil resmi yang dikeluarkan KPU.
 
“Proses sedang berlangsung. Sebagai salah satu caleg di Denpasar Utara, kami minta semua pihak agar menghormati proses yang berjalan. Stop klaim kemenangan, karena hal itu berpotensi hoaks,” kata Gung Widiada, di Denpasar, Rabu (24/4).
 
Saat ini proses rekapitulasi penghitungan suara masih berlangsung di tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Untuk Dapil Denpasar Utara, dari total 11 desa/ kelurahan, rekapitulasi baru dilakukan untuk dua desa/ kelurahan.
 
“Jadi kalau ada berita atau klaim bahwa Partai A, Partai B, Partai C, dapat sekian suara, saya kurang sependapat. Karena bagi saya, itu semua kebohongan. Sabarlah, nanti akan ada hasilnya,” pinta penglingsir Puri Peguyangan Denpasar itu.
 
Bagi Gung Widiada, apa yang terjadi saat ini – di mana beberapa partai mengklaim soal raihan kursi – bukan saja bisa menimbulkan hoaks, namun juga bisa mengarah pada ketidakpercayaan kepada KPU selaku penyelenggara Pemilu.
 
Padahal, KPU beserta seluruh jajaran telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyukseskan seluruh tahapan Pemilu Serentak 2019 ini. Karena itu, dia mengajak semua pihak menahan diri hingga hasil resmi diumumkan oleh lembaga tersebut.
 
“Secara khusus kami mengapresiasi kepada KPU dan Bawaslu karena proses ini sudah berjalan dengan tertib dan aman. Apresiasi juga kami sampaikan kepada pemerintah, TNI, Polri yang telah menjaga keamanan selama proses ini,” tuturnya.
 
Soal peluang dirinya kembali duduk sebagai wakil rakyat, Gung Widiada mengatakan, tidak mau mengklaim sebagaimana dilakukan pihak lainnya. Ia menyerahkan sepenuhnya pada hasil perhitungan yang saat ini sedang dikerjakan oleh KPU.
 
“Bicara soal keyakinan, itu pasti. Kami punya data, punya tim kajian. Kami juga berkoordinasi soal data dengan partai lain, termasuk De Gadjah (Partai Gerindra) dan I Putu Oka Mahendra (Partai Golkar). Dan data kita tak jauh beda,” pungkasnya.
wartawan
San Edison
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.