Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BI Dorong Pemda Implementasikan Elektronifikasi Transaksi Keuangan Daerah

Bali Tribune/Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana (kanan) bersama pejabat terkait.

Bali Tribune, Denpasar – Dalam mendorong peran Bank Indonesia dalam implementasi elektronifikasi transaksi keuangan di lingkungan Pemerintah Daerah, KPw Bank Indonesia Provinsi Bali menggelar  kegiatan High Level Meeting (HLM) Elektronifikasi Transaksi Keuangan (Transaksi Non Tunai) Pemerintah Daerah, Senin (11/2) di ruang Tirtha Gangga BI Bali. 

Disebutkan, elektronifikasi transaksi pemerintah bertujuan untuk mewujudkan perluasan Less Cash Society dan keuangan inklusif melalui peningkatan akses keuangan untuk layanan transaksi non tunai. Selama ini transaksi non tunai yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali di tahun 2018 dianggap berjalan cukup bagus. Bahkan Bali berada di posisi dua setelah DKI Jakarta. “Mayoritas transaksi untuk pengeluaran dari sisi belanja rata-rata sudah non tunai. Bali bahkan sudah hampir 100 persen,” jelas Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana atau yang kerap disapa CIK disela kegiatan.

Mengangkat tema “Evaluasi Transaksi Non Tunai Tahun 2018 & Pengembangan Transaksi Non Tunai 2019 Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali” HLM diikuti ratusan peserta dari instansi terkait. Menurut CIK, Bali sejak 2017 menjadi pilot project untuk implementasi elektronifikasi Pemda dari Kemendagri. 

Ada tiga daerah yang menjadi pilot project yaitu Bali, Jawa Barat dan DKI Jakarta. “Harapan ke depan Bali bisa menjadi nomor satu,” ujarnya. Untuk menjadi nomor satu, CIK menekankan perlunya peningkatan dari sisi penerimaan. Karena belum semua secara non tunai. “Kalau sisi pengeluaran pemda mayoritas sudah ke nontunai. Elektronifikasi transaksi keuangan di lingkungan pemda dari pengeluaran pada 2018 lalu sudah hampir 100 persen. Namun dari sisi penerimaan belum semua non tunai sehingga tahun ini harapannya bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Penerimaan bisa dari pendapatan pajak kendaraan bermotor, retribusi DSDP dan PAD lain yang sah. Sedangkan bagi pemerintah kota dan kabupaten bisa dari PBB, pajak hotel, restoran, hiburan, IMB, dll. “Juga dari retribusi pasar dan parkir yang saat ini masih banyak tunai, walaupun ada beberapa daerah sudah elektronifikasi,” jelasnya. 

CIK menilai penting transaksi non tunai diterapkan di Bali mengingat di semua negara maju sudah menggunakannya. Apalagi Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.  Elektronifikasi transaksi pemerintah bertujuan mengubah transaksi pengeluaran dan penerimaan pemerintah dari tunai menjadi non tunai melalui berbagai kanal pembayaran untuk mewujudkan efisiensi, efektivitas, dan transparansi tata kelola keuangan pemerintah daerah melalui infrastruktur yang aman dan handal. CIK berharap perlunya meningkatkan kompetensi SDM melalui capacity building, pelatihan dan pendampingan teknis terkait sistem pembayaran non tunai dan teknologi digital. Juga membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat bertransaksi non tunai sekaligus meningkatkan akses keuangan masyarakat. Hal yang tak kalah penting yakni melanjutkan sinergi dengan lembaga keuangan untuk memperkuat infrastruktur pendukung transaksi non tunai dan memperluas elektronifikasi transaksi Pemda.

Sementara Plt. Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma mengatakan BPD  sudah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait elektronifikasi pendapatan dan pengeluaran pemda. “Dari sisi pengeluaran seperti belanja modal, belanja pegawai, barang dan jasa, subsidi, bantuan sosial hampir 100 persen, kini dari penerimaan pemda yang ditingkatkan,” paparnya. Bank pun tahun ini akan meningkatkan penerimaan pemda dengan mengoptimalkan DTW,  parkir, pajak hotel hingga samsat online di mana Bali menjadi percontohan. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Bali Suarjana mengatakan pemprov mendorong seluruh kabupaten dan kota memakai non tunai. Sebab non tunai ini selain aman juga nyaman sekali. (arw)

wartawan
Arief Wibisono
Category

Atasi Ancaman Limbah Rumah Tangga Berbahaya, Badung Luncurkan TPSSS-B3 di TPST Mengwitani

balitribune.co.id I Mangupura - Di tengah meningkatnya ancaman limbah berbahaya dari rumah tangga, Pemerintah Kabupaten Badung mengambil langkah konkret dengan meluncurkan Tempat Penampungan Sementara Sampah Spesifik B3 dan Limbah B3 (TPSSS-B3) di TPST Mengwitani, Rabu (3/6/2026). Fasilitas ini menjadi role model yang disiapkan secara khusus untuk menampung limbah rumah tangga berbahaya sebelum dikelola lebih lanjut oleh pihak berizin.

Baca Selengkapnya icon click

Bansos Rp2 Juta untuk Galungan Segera Cair, 82 Ribu KK Masuk Daftar Penerima

balitribune.co.id I Mangupura - Kabar gembira bagi warga Badung yang beragama Hindu. Pasalnya, bantuan sosial (Bansos) hari raya Galungan akan segera dicairkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung.

Saat ini Pemkab melalui Dinas Sosial tengah mempersiapkan penyaluran Bansos tersebut dengan jumlah penerima mencapai lebih dari 82 ribu orang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sungai di Denpasar Dipenuhi Sampah, Pemkot Segera Panggil Kades Lurah

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar mengambil langkah cepat menyikapi maraknya fenomena warga membuang sampah ke alur sungai dan drainase. 

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengundang seluruh camat, perbekel (kepala desa), serta lurah dalam rapat koordinasi darurat pekan depan guna memetakan titik rawan pembuangan sampah.

Baca Selengkapnya icon click

Kurangi Kemacetan di Pecatu, Dishub Badung Mulai Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

balitribune.co.id | Mangupura - Guna mengurangi kemacetan di wilayah Desa Pecatu, Kuta Selatan dan sekitarnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Perubahan arus ini pun berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jaringan Pipa Transmisi Hancur Diterjang Longsor, Perbaikan Menunggu Pipa dari Pabrik

balitribune.co.id I Bangli - Perbaikan jaringan pipa transmisi sumber mata air Gamongan I di Desa Kayubihi Bangli yang hancur akibat tergerus longsor beberapa hari yang lalu butuh waktu yang panjang. Pasalnya untuk pergantian pipa yang hancur masih menunggu datangnya pipa pengganti  dari pabrik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.