Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Budidaya Porang Mulai Menggeliat di Badung

Bali Tribune/ PORANG - Tanaman porang yang mulai ramai dibudidayakan petani di Kabupaten Badung.
Balitribune.co.id | Mangupura - Budidaya porang kini menjadi tren di kalangan petani. Bahkan masyarakat umum ikut membudidayakan tanaman serupa iles-iles ini. Di Bali, budidaya porang pun mulai menggeliat, termasuk di Kabupaten Badung. Namun demikian, di Badung, pemerintah setempat belum membuat program pengembangan porang.
 
Tren budidaya porang bahkan menjadi salah satu topik perbincangan di media sosial. Ada yang mengaku sudah membudidayakan. Bahkan ada yang tak segan membabat lahan, demi beralih dari tanaman lain ke porang. Namun banyak pula yang bertanya, lantaran belum tahu porang. Termasuk ada kekhawatiran harganya anjlok, lantaran tren ini hampir diikuti semua daerah di Bali. 
 
"Karena ini komoditas yang baru dikembangkan, kami memang belum memiliki program khusus untuk pengembangan porang," ungkap Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, Selasa (19/1/2021).
 
Namun demikian, lanjut Wijana, menurut pantauan pihaknya sudah ada beberapa petani di Badung yang membudidayakan porang secara mandiri. Jika ini berhasil dan pasar terbuka, menurutnya petani akan kian antusias untuk mengembangkan. 
 
"Sudah ada beberapa petani yang mencoba untuk membudidayakan di wilayah Kecamatan Petang, khususnya di Desa Pelaga, Belok Sidan, dan Petang. Serta ada juga di Desa Bongkasa, Abiansemal. Total kurang lebih 5,5 hektare," bebernya.
 
Disinggung mengenai koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Bali, Wijana menyebut belum ada yang khusus membahas pengembangan porang. 
 
"Koordinasi secara khusus terkait pengembangan porang memang belum, namun karena tren pengembangan porang cukup potensial di Badung. Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait utk merancang program pengembangan porang di Badung," jelasnya.
 
Disinggung mengenai kekhawatiran anjloknya harga saat petani berbondong-bondong menanam dan panen porang, Wijana tak menampik. Sebab naik dan turunnya harga komoditi tak bisa dihindari. Ini tergantung jumlah permintaan dan ketersediaan komoditi tersebut. 
 
"Salah satu permasalahan kami hadapi di sektor pertanian adalah fluktuasi harga. Kita memang tidak bisa menentukan standar harga, sangat tergantung dari permintaan dan penawaran serta kualitas produk pertanian. Jika permintaan meningkat penawaran sedikit, harga akan naik begitu sebaliknya," tandasnya.  
wartawan
I Made Darna
Category

Interkoneksi Pipa Laut, Distribusi Air di Nusa Dua Terganggu Selama Tiga Hari

balitribune.co.id I Mangupura - Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung akan menghentikan sementara distribusi air di sejumlah wilayah Badung Selatan selama pelaksanaan pekerjaan interkoneksi pipa bawah laut. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (5/8/2026) hingga Jumat (7/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Puluhan Galian C Bodong Beroperasi di Bebandem, Penegak Hukum Tutup Mata

balitribune.co.id I Amlapura - Puluhan usaha Galian C di Karangasem utamanya di Kecamatan Bebadem diketahui tidak memiliki izin alias bodong. Aktifitas ilegal usaha galian C tak berizin tersebut mengudang perhatian banyak kalangan mengingat dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pengerukan pasir dan bebatuan secara membabibuta saat ini sudah  semakin parah dan dinilai sudah merusak alam dan membahayakan lingkungan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Gianyar Gelar Operasi Pekat Agung, Sasar Warung Klontong yang Jual Miras

balitribune.co.id I Gianyar - Polres Gianyar melalui personel Operasi Pekat Agung 2026 menggelar patroli sekaligus memberikan imbauan kepada pemilik warung kelontong yang menjual minuman beralkohol di wilayah Kecamatan Blahbatuh, Senin (3/8/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click

Lantai 3 dan 4 Pasar Badung Sepi, Perumda Siapkan Akses ke Pusat Kuliner

balitribune.co.id I Denpasar - Keberadaan lantai 3 dan 4 Pasar Badung pasca bencana banjir hingga kini masih sepi pengunjung. Ini berdampak pada menurunnya pendapatan pedagang maupun Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar. Termasuk berdampak tingginya tunggakan pembayaran dari sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.