balitribune.co.id | Amlapura - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, terus bergerak cepat memacu kreativitas perajin di Bumi Lahar. Pada Senin (4/5/2026), Ny. Mas Parwata secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Eco Print bagi Sentra IKM Tenun Cacag Mekar Sari, yang bertempat di Aula Kantor Perbekel Desa Abang.
Dalam sambutannya, Ny. Mas Parwata menegaskan bahwa inovasi adalah kunci agar produk kerajinan Karangasem tidak tergilas zaman. Menurutnya, teknik ecoprint bukan sekadar tren sesaat, melainkan jawaban atas tuntutan pasar global yang kini sangat mengedepankan produk ramah lingkungan.
"Inovasi adalah keharusan dan kualitas adalah kunci utama. Melalui teknik ecoprint, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya tenun cacag, tetapi juga menjadikannya lebih relevan, kompetitif, dan memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi," ujar Ny. Mas Parwata menyemangati para peserta.
Pihaknya berharap, perpaduan kekuatan tradisi tenun dengan sentuhan motif alami khas ecoprint dapat memperkuat identitas Karangasem sebagai pusat tekstil berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan. "Saya ingin produk kita unggul secara visual dan kualitas, sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Karangasem, I Gede Loka Santika, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas perajin yang didanai melalui APBD Tahun Anggaran 2026.
"Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang anggota Sentra IKM Tenun Cacag Mekar Sari dan berlangsung selama tiga hari hingga 6 Mei mendatang. Kami menghadirkan narasumber ahli dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali untuk memberikan materi teknis, mulai dari konsep desain hingga strategi transformasi industri hijau," jelas I Gede Loka Santika.
Kadis Loka Santika menambahkan, tujuan utama Bimtek ini adalah mendorong diversifikasi produk agar perajin memiliki varian motif yang lebih luas dan unik. Dengan standar mutu yang terjaga mulai dari bahan baku hingga finishing, diharapkan kepercayaan pasar terhadap produk kerajinan Karangasem semakin meningkat.
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan penyerahan secara simbolis pakaian yang dapat digunakan peserta saat pelatihan berlangsung dari Ny. Mas Parwata, peninjauan langsung ke kesiapan alat serta bahan pelatihan serta diakhiri sesi foto bersama narasumber, peserta dan undangan. Turut hadir dalam acara tersebut Camat Abang, Perbekel Desa Abang, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Karangasem.