Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Buka Rangkaian Peringatan Bulan Bung Karno, Bupati Gede Dana Tekankan Konsep Tri Sakti Bung Karno

Bali Tribune / PEMBUKAAN - Kegiatan Bulan Bung Karno oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana

balitribune.co.id | AmlapuraBupati Karangasem, I Gede Dana membuka secara resmi rangkaian peringatan Bulan Bung Karno ke IV yang disinkrunkan dengan Perayaan HUT Kota Amlapura ke 382, di Lapangan Budaya Chandra Buana, Amlapura, Rabu (1/6/2022) petang. Pembukaan peringatan Bulan Bung Karno tersebut berlangsung meriah dimana kehadiran Wayang Ceng Blong cukup memukau dan mendapat antusias ribuan masyarakat Karagasem yang datang langsung menonton pertunjukan wayang tersebut.

Sebelum pertunjukan Wayang Ceng Blong, masyarakat Karangasem dihibur oleh sejumlah artis Pop Bali hingga acara pembukaan dilaksanakan. Bupati Karangasem, I Gede Dana, kepada awak media usai mengunjungi dan mencoba menu kuliner di stand hidangan menyampaikan, perayaan Bulan Bung Karno kali ini adalah yang paling meriah dari tahun sebelumnya, karena saat ini sudah masa transisi dari Pandemi Covid-19 ke Endemi, dimana saai ini di Kabupaten Karangasem sudah sangat melandai dan nyaris sudah tidak ada kasus baru lagi, sehingga kegiatan perjayaan bisa dilaksanakan secara normal seperti tahun sebelumnya sebelum masa Pandemi.

“Ini perayaan Bulan Bung Karno yang paling meriah, kami menghadirkan hiburan rakyat untuk masyarakat Karangasem, selain itu kami juga menghadirkan Stand Kuliner dan UMKM. Karena konsep Bung Karno ini kan, membagikan dari masyarakat kecil,” ujar Gede Dana.

Sehingga pada perayaan Bulan Bung Karno kali ini, dipentaskan pagelaran budaya dan kesenian rakyat, seperti pertunjungan Wayang Ceng Blong yang sangat terkenal dan merakyat di kalangan masyarakat Bali, serta pementasan tari dan lagu-lagu Bali dengan menghadirkan sejumlah artis Pop Bali. “Ini mengingatkan kita dengan perjuangan yang dilakukan oleh Bung Karno,” sebut Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem ini.

Setelah pembukaan, maka perayaan Bulan Bung Karno yang disinkrunkan dengan perayaan HUT Kota Amlapura ini, nantinya berangsung hingga satu bulan penuh, dimana seluruh acara yang dilaksanakan akan dilaksanakan di Lapangan Budaya Candra Buana, Amlapura.

“Perayaan Bulan Bung Karno ini kan berlangsung selama satu bulan, yakni dari Tanggal 1 Juni sampai deengan Tanggal 30 Juni, sedangkan perayaan HUT Kota Amlapura jatuh pada Tanggal 22 Juni. Jadi kita sinkrunkan, artinya setelah perayaan HUT Kota Amlapura, perayaan Bulan Bung Karno masih berlangsung,” bebernya.

Jadi menurutnya semua dirangkai dalam sebulan, untuk mengenang dan memaknai perjuangan yang dilakukan oleh Bung Karno.  Jadi tegas Gede Dana, inti dari peringatan Bulan Bung Karno ini adalah bagaimana mengingat dan memaknai perjuangan Bung Karno, dan mengajarkan kepada generasi muda tentang konsep Tri Sakti Bung Karno, yakni Berdaulat Dibidang Politik, Berdikari Dibidang Ekonomi dan Berkepribadian Dalam Kebudayaan. “Konsep ini tidak akan pernah lekang dimakan zaman, dan inspirasi Bung Karno ini selalu hidup dari masa-kemasa,” ulas Gede Dana menyampaikan point Peringatan Bulan Bung Karno.

wartawan
AGS
Category

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.