Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Buku Berbisnis Dengan 6 M Cocok untuk Memulai Usaha Mikro dan Kecil

Bali Tribune/ Peluncuran buku Berbisnis dengan 6 M
balitribune.co.id | Denpasar - Buku berjudul Berbisnis Dengan 6 M, Cara Simpel dan Singkat Menjadi Pebisnis yang ditulis oleh Prof. I Nengah Dasi Astawa (Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah Bali – Nusa Tenggara) bersama Dadang Hermawan (Rektor ITB STIKOM Bali) diluncurkan pada Rabu (12/08) di Kampus ITB STIKOM Bali. 
 
Dalam penulisan Berbisnis Dengan 6 M, kedua putra Prof. Dasi yakni Made Satria Pramanda Putra dan Komang Satria Wibawa Putra juga dilibatkan sebagai penulis. Buku ini memang cocok bagi siapa saja yang ingin memulai usaha mikro dan kecil. 
 
Ciri khas buku itu adalah setiap bab diawali kata mutiara dengan harapan agar para pembaca tergugah membaca buku ini sampai tuntas. Pada buku ini juga disajikan sebait pantun setiap awal mulai di bagian sub bab dan sebait pantun di akhir setiap sub bab. Sebait pantun tersebut disesuaikan dengan konten atau materi pada setiap sub bab tersebut. 
 
Lalu, setiap akhir dari sub bab tidak lupa diberikan contoh atau ilustrasi agar memudahkan pembaca isi dari buku ini. Menariknya lagi, seluruh isi buku ini sengaja ditampilkan sebagai edisi pertama tanpa saduran atau mengambil pandangan orang lain. 
 
Apa yang tersaji dalam buku ini semuanya murni buah pikiran Prof. Dasi dan hasil akumulasi pengalaman, mengamati, membaca, dan pernah menggeluti bisnis mikro dan kecil. Buku ini ditulis dengan bahasa sangat sederhana oleh semua penulis dan bila ingin memahami lebih mendalam, hendaknya dibaca hingga tuntas, dengan demikian pembaca bisa menangkap maksud dan spirit dari kehadiran buku ini.
 
Meski tanpa mengutip pendapat orang lain, Prof. Dasi tampaknya sangat yakin dengan kekuatan bukunya ini. “Kalau buku ini dianggap ada kelemahannya, silahkan buat buku baru untuk lengkapi,” tantangnya kapada audiensi yang kebanyakan para pimpinan perguruan tinggi swasta di Bali, termasuk Wabug Bali Cok Ace.  
 
Menurut Prof. Dasi, meruntuhkan “tembok gengsi” kerap kali menjadi salah satu hambatan terbesar untuk memulai atau mengembangkan bisnis, terutama bisnis mikro dan kecil. Gengsi yang menimbulkan dominasi perasaan malu berjualan, gengsi yang berakibat malas belajar atau mulai usaha serta gengsi bergaya hidup sederhana sehingga mendorong dan menyebabkan gaya hidup berlebihan. "Nah gengsi-gengsi itulah yang harus diruntuhkan," ucap Prof. Dasi.
 
Ia menegaskan, modal utama dan pertama dalam memulai usaha mikro dan kecil itu adalah spirit dan kemauan. Mengapa? Oleh karena usaha masih terbatas, kebutuhan lain seperti modal uang dan infrastruktur lain masih sangat terbatas. Misalnya jual kopi dengan model lesehan, hanya dibutuhkan meja, tikar atau karpet dan gula beserta kopi, sendok dan cangkir, kompor dan perlengkapan lain yang tidak begitu banyak. 
 
Jadi, butuh semangat atau spirit dan kemauan saja. Ia memberikan pun ilustrasi. "Berani mulai pasti ada. Tak pernah berani mulai, tentu tidak ada hasil. Begitu berani mulai langsung punya, dan dimungkinkan langsung ada hasil. Contoh berani mulai sebagai jualan kopi, langsung punya warung kopi. Begitu ada orang belanja, langsung ada pendapatan, kalau belum ada belanja minimal sudah punya hasil berupa usaha warung kopi," jelasnya.
 
Menurut dia berani memulai dan pasti punya. Sementara besar dan kecilnya hasil tergantung dari kerja keras dan kerja cerdas. "Ingat tidak ada yang mampu menolong diri kita secara terus menerus, termasuk orangtua sendiri. Semua ada batasnya,” katanya.
wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

balitribune.co.id | Semarapura - Penyakit jantung menempati penyakit kronis dengan biaya termahal yang dijamin BPJS Kesehatan. Tercatat sepanjang 2015-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk membiayai 172,3 juta kasus penyakit jantung. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menuturkan, penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya yang signifikan dalam waktu satu dekade.

Baca Selengkapnya icon click

Gagal Lakukan Perbaikan, OJK Resmi Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Credit Saison Indonesia Finance (PT CSIF) di Cyber 2 Tower Lantai 29, Jakarta Selatan. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-57/D.06/2026 tertanggal 24 September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Jembrana Telusuri Temuan Limbah B3 di Pinggir Jalan Dekat RSU Negara

balitribune.co.id | Negara - Temuan limbah medis yang diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di pinggir Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah selatan Rumah Sakit Umum (RSU) Negara, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, masih dalam penelusuran.

Baca Selengkapnya icon click

Pemasangan Pompa di Estuary Rampung, PDAM Badung Mulai Distribusi Air ke Kuta Selatan

balitribune.co.id | Mangupura - Kabar baik bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. Pompa berkapasitas 800 kilowatt (kW) di Sistem 4 Estuary yang sebelumnya mengalami kerusakan kini sudah selesai dipasang. Pemasangan pompa jumbo tersebut rampung pada Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Satria Pastikan Produk Klungkung Siap Tembus Pasar Luas

balitribune.co.id | Semarapura - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria menghadiri pameran kerajinan nasional Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (29/9/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.