Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Capaian Vaksinasi Booster Rendah, Kasus Covid-19 Melonjak Lagi

Bali Tribune / ILUSTRASI (ist)

balitribune.co.id | Mangupura - Pelaksanaan vaksinasi booster akan kembali digeber oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Ini menyusul kembali melonjaknya kasus Covid-19 di Gumi Keris. Dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 tercatat mencapai puluhan dari sebelumnya sudah sempat hilang.

Selain itu kecilnya capaian vaksinasi Booster di Kabupaten Badung juga menjadi sorotan Gubernur Bali Wayan Koster. Dalam arahannya Rabu (29/6), orang nomor satu di Bali itu menyebut capaian vaksin untuk Kabupaten Badung masih kecil yakni 65,79 persen dari target 80,00 persen yang ditetapkan. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan Badung dr I Wayan Darta yang dikonfirmasi hal itu mengakui pihaknya akan kembali menggencarkan vaksinasi booster di bulan Juli nanti. Saat ini jadwal telah dirancang. Sasaran vaksin booster adalah 2-3 ribu per hari.

"Nanti kita akan berkoordinasi dengan desa adat juga melakukan vaksinasi. Selain itu kita juga akan bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Bali," ujarnya.

Untuk tahap pertama vaksinasi booster akan menyasar tiga wilayah yakni wilayah Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan. 

"Kita akan mengaktifkan kembali layanan vaksin booster di setiap Puskesmas. Selain itu juga akan melakukan vaksinasi di tempat-tempat umum," kata dr Darta sembari menyebut beberapa tempat yang dipastikan sasaran vaksin, seperti di mall, pantai, lapangan dan yang lainnya.

Disinggung soal kecilnya tingkat vaksinasi Booster di Badung, Direktur RSD Mangusada ini tak menyangkal. Saat ini vaksin booster di Badung baru tercapai 65,79 persen. Bahkan jika menargetkan 80,00 persen, Badung pun harus menargetkan vaksin booster dengan sasaran 2-3 ribu per hari. Sebab, target vaksinasi hanya 30 hari.

"Jadi total penduduk Badung yang ber KTP kan 500 ribuan orang. Yang sudah tervaksin booster itu 350 ribu orang. Kurang lebih ada 100 ribu orang lebih yang menjadi sasaran vaksin. Sehingga target kita perhari 2-3 ribu," tegasnya.

Sementara di sisi lain kasus positif Covid-19 di Kabupaten Badung kembali meningkat. Bahkan, Satgas Covid setempat mencatat puluhan kasus setiap harinya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra juga tak menampik terjadi peningkatan kasus positif. Meski demikian, lonjakan kasus tidak mengakibatkan penderita harus mendapatkan perawatan serius. 

"Kasus memang ada peningkatan, Senin kemarin saja ada 46 kasus dengan tingkat kesembuhan 12 orang. Kalau bulan-bulan sebelumnya tidak sampai puluhan kasus perharinya Dengan kondisi ini, kami mengimbau kepada masyarakat tetap waspada dengan Prokes dan vaksinasi," ujarnya.

Menurutnya, dengan capaian vasinasi dan tingkat kesembuhan yang tinggi pihaknya tidak lagi menyediakan karantina terpusat. Masyarakat yang terkomfirmasi positif cukup melakukan karantina mandiri.

"Tidak ada karantina terpusat, masyarakat yang positif menjalani karantina mandiri saja. Kecuali dampak yang dirasakan parah, sehingga perlu mendapatkan perawatan khusus," kata Jaya Saputra.  

wartawan
ANA
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.