Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Catur Purusha Artha: Pilar Perekonomian Masyarakat Adat Bali

Bali Tribune / Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., bersama Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H.

balitribune.co.id | DenpasarSetelah sempat tertunda, perayaan HUT LPD Bali yang seharusnya berlangsung pada 2 November akhirnya terlaksana pada Senin (23/12) di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar. Perayaan ini digelar dengan harapan tetap membawa manfaat yang mendalam. Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., menegaskan pentingnya momen ini untuk mendorong perekonomian Krama Adat Bali.

Perayaan HUT ke-40 LPD Bali ini mengangkat tema “Implementasi Catur Purusha Artha 40 Tahun LPD Bali”, yang berakar pada nilai-nilai Dharma, Artha, Kama, dan Moksha. Filosofi ini menjadi dasar pengelolaan LPD sebagai lembaga keuangan adat yang berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat adat Bali. Kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Dr. Ida Bagus rai Dharmawijaya Mantra, SE., M.Si., serta segenap pengurus LPD se Bali.

Dalam sambutannya, Nyoman Cendikiawan mengungkapkan rasa syukur atas kebangkitan ekonomi Bali pasca pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap LPD. Hingga Oktober 2024, total aset LPD mencapai Rp33,7 triliun, dengan 8.264 pegawai dan 1.439 unit LPD yang tersebar di seluruh Bali.

“Kami berharap peringatan sederhana ini dapat memberikan motivasi untuk terus mendukung perekonomian Krama Adat. Kami berupaya mengedepankan prinsip ‘bersaing dan bersanding’ demi menjaga keberlanjutan,” ujar Cendikiawan.

Seiring perkembangan zaman, LPD menghadapi tantangan sekaligus peluang melalui inovasi teknologi. Kolaborasi dengan PT Bank BPD Bali, PT USSI Dewata, dan mitra lainnya menghasilkan layanan modern seperti Core Banking, LPD Mobile, QRIS, dan ATM. Layanan ini kini tersedia hampir di seluruh kabupaten/kota di Bali.

“Digitalisasi, sinergi, dan kolaborasi bukan sekadar jargon, tetapi langkah nyata untuk memperkuat kepercayaan nasabah dan memberikan pelayanan terbaik bagi Krama Adat,” tambah Cendikiawan.

Ketua BKS-LPD Bali juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, tokoh masyarakat, dan mitra kerja, terutama Bank BPD Bali, atas dukungan yang telah diberikan selama 40 tahun terakhir. Dukungan ini dianggap penting dalam membangun pondasi kokoh bagi keberlanjutan LPD di masa depan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara Bank BPD dan LPD, meskipun kewenangan pembinaan teknis telah dihapus oleh pemerintah.

“Hubungan baik ini harus tetap terjalin, mengingat peran Bank BPD di masa awal berdirinya LPD sangat besar,” ujar Sudharma.

Menginjak usia 40 tahun, LPD Bali berkomitmen untuk terus menjadi mercusuar ekonomi masyarakat adat Bali. Dengan semangat kolaborasi dan filosofi “Catur Purusha Artha”, LPD siap melangkah maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Perayaan ini menjadi momen refleksi sekaligus tonggak sejarah untuk memperkuat peran LPD dalam mewujudkan kesejahteraan Krama Adat

wartawan
ARW

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.