balitribune.co.id | Gianyar — Upaya pencegahan anemia pada remaja terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh tim dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pura Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, dan dibuka secara resmi oleh Bapak Kepala Desa Celuk.
Program pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dr. dr. Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini, M.Si, dengan rangkaian kegiatan berupa penyuluhan mengenai anemia pada remaja serta pelatihan keterampilan pembuatan minuman tradisional kesehatan loloh daun kayu manis. Kegiatan ini melibatkan kelompok remaja desa sebagai mitra utama dan mendapat dukungan dari perangkat desa setempat.
Dalam kegiatan penyuluhan, peserta memperoleh materi mengenai definisi anemia, faktor risiko, tanda dan gejala, dampak anemia terhadap kesehatan dan produktivitas remaja, serta upaya pencegahan dan pengendaliannya. Materi disampaikan secara komunikatif menggunakan media presentasi dan diskusi interaktif, sehingga peserta dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja.
Dalam sambutannya, Bapak Kepala Desa Celuk menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap agar edukasi kesehatan seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi generasi muda di Desa Celuk. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan upaya desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kalangan remaja.
Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan pelatihan pembuatan minuman tradisional kesehatan loloh daun kayu manis. Pelatihan dilakukan dengan metode praktik langsung, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga teknik pengemasan yang higienis. Daun kayu manis dipilih sebagai bahan alami lokal yang mudah diperoleh dan berpotensi dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan.
Ketua tim pelaksana, Dr. dr. Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia, tetapi juga untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri. “Melalui kegiatan ini, kami berharap remaja memiliki kesadaran yang lebih baik terhadap kesehatan dan mampu memanfaatkan potensi bahan lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” ujarnya.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan setelah penyuluhan. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan loloh daun kayu manis secara mandiri dengan memperhatikan aspek kebersihan dan kualitas produk.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya promotif dan preventif kesehatan remaja, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi kesehatan, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan keterampilan berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, FKIK Universitas Warmadewa menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.