Cegah Masuknya Narkoba di Desa, Bupati Suwirta : Perketat Perarem Tentang Narkoba di Desa Adat | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 09 Desember 2021
Diposting : 28 April 2021 00:45
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ Bupati Suwirta hadiri program pemberdayaan masyarakat anti Narkoba.
balitribune.co.id | Semarapura - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri kegiatan rapat kerja program perberdayaan masyarakat anti narkoba di lingkungan masyarakat yang diselenggarakan oleh BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Klungkung, bertempat di Hotel Wyndam Tamansari Jivva Resort Klungkung, selasa (27/4).
 
Rapat tersebut juga dihadiri oleh Kepala BNNK Klungkung I Made Pastika, Kaban Kesbangpolinmas Kab Klungkung I Gede Kusuma Jaya, dan Ketua FKUB Klungkung I Gusti Made Warsika.
 
Dalam sambutannya Bupati suwirta meminta kepada seluruh Desa Adat di Kabupaten Klungkung harus lebih bekerja keras dalam memberantas narkoba. Karena seperti diketahui narkoba tersebut bisa merusak mental dan fisik para pecandunya. "Yang paling memprihatinkan, korban dari peredaran narkoba sebagian besar adalah kalangan remaja bahkan anak-anak. Sehingga peran serta adat dan masyarakat sangat dibutuhkan sinergitasnya dalam memerangi peredaran narkoba tersebut," tegas Bupati.
 
Pemkab Klungkung memiliki peran dalam pemberantasan narkoba diantaranya peningkatan kampanye public tentang bahaya penyalagunaan narkoba, melakukan diteksi dini penyalahgunaan narkoba melalui tes urine kepada ASN dan masyrakat, pembentukan relawan anti narkoba lintas agama bersama FKUB, dan menghimbau pemuatan anti narkoba melalui Perarem/ Awig-awig Desa Adat.
Selain itu, pihaknya juga akan memperketat setiap pintu masuk yang dicurigai menjadi tempat masuknya peredaran narkoba di Kabupaten Klungkung.
 
Kepala BNNK Klungkung I Made Pastika menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas antara Desa Adat, Pemerintah dan BNNK dalam memberantas narkoba di Kabupaten Klungkung. Pihaknya juga mengundang beberapa bendesa adat dari masing-masing Desa Adat yang ada di Kabupaten Klungkung.
 
Dengan mengundang Bendesa Adat pihaknya berharap informasi tentang bahaya narkoba bisa disampaikan langsung ke masyarakat masing-masing Desa Adat. Karena narkoba tidak mengenal umur, dari dewasa sampai anak-anak bisa terlibat, dari pemakai atau penjual barang haram tersebut. Dengan informasi yang langsung kemasyarakat diharapkan peredaran narkoba bisa lebih ditekan dengan lebih sadar masyarakat tentang bahaya narkoba itu sendiri.

Hukum & Kriminal

Terpopuler