Diposting : 18 March 2020 06:52
Agung Samudra - Bali Tribune
Bali Tribune/ RSU BANGLI - Suasana di RSU Bangli
Balitribune.co.id | Bangli - Pihak managemen Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli mengambil kebijakan pencegahan penyebaran virus covid 19 (Corona), dengan menerapkan pembatasan kunjungan  dan jumlah penunggu pasien.
 
Direktur RSU Bangli dr Nyoman Arsana mengataka, berbagai langkah antisipasi pencegahan penyebaran virus corona dilakukan. Bertalian dengan hal tersebut, maka pihaknya telah mengambil langkah antisipasi diantaranya menyedian cairan hand sanitizer di beberapa sudut ruang RSU Bangli. “Bagi warga yang datang ke RSU bisa memanfaatkan cairan hand sanitizer untuk membersihkan tangan,” ungkap Nyoman Arsana, Selasa (17/3).
 
Selain itu pihaknya juga menerapkan aturan terkait pembatasan besuk, langkah ini diambil dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona. Tidak dipungkiri rumah sakit yang merupkan tempat pemberian pelayanan kesehatan rentan dengan penyebaran virus dan kuman. “Kalau memungkinan tidak usah membesuk pasien di rumah sakit, nanti kalau   pasien sudah di rumah baru dibesuk, pemerintah saja menutup sekolah, nanti justru sebaliknya anaknya diajak menjenguk pasien,” ujar Nyoman Arsana sambil tertawa.
 
Begitu juga untuk penjaga pasien diusahakan tidak ramai-ramai, maksimal dua orang saja yang menjaganya. “Untuk perawatan serahkan saja ke kami, satu orang dari pihak keluarga sudah cukup untuk mendampingi pasien,” sebut Nyoman Arsana seraya menambahkan untuk imbauan  akan dikordinasikan ke Dinas Kesehatan agar nantinya bisa disosialisasikan ke desa- desa lewat petugas  Puskesmas dan Puskesmas Pembantu.
 
Disinggung adanya pasien yang sempat diisolasi, Nyoman Arsana menjelaskan, pada Senin (16/3) ada pasien asal Desa Kayubihi datang ke rumah sakit dengan keluhanan deman, batuk. Kemudian petugas medis melakukan tindakan observasi termasuk uji lab. “Yang bersangkutan bekerja di salah satu restaoran yang ada di Jimbaran,” ungkapnya.
 
Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, tidak mengarah pada Covid-19 (Corona). Pasien tersebut sudah langsung pulang hari itu juga. Meski demikian, kata direktur asal Desa Songan ini, yang bersangkutan tetap dalam pemantauan. “Nantinya tetap dipantau oleh petugas dari puskesmas, dilihat perkembangan ke depanya,” sambungnya. Sementara itu, pasien tersebut memang sempat ditempatkan di ruang isolasi namun itu hanya beberapa saat.
 
Tidak hanya itu, ada pula warga asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut, yang baru pulang dari kapal pesiar memeriksakan diri ke RSU Bangli. Kata dr Nyoman Arsana, pria tersebut secara inisiatif memeriksakan dirinya. “Hasil tidak ada masalah, kondisi normal. Dan memang sebelum dipulangkan ke Bali, yang bersangkutan sudah melalui tahap pemeriksaan,” imbuhnya.