Diposting : 7 August 2019 11:49
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ TEWAS - Di penginapan inilah Yuniawati ditemukan tewas.
balitribune.co.id | Denpasar - Seorang sales marketing mobil bernama Ni Putu Yuniawati (39) ditemukan tak bernyawa di penginapan shorttime, Penginapan Teduh Ayu 2 kamar nomor 8 Jalan Keboiwa Utara Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, Senin (5/8) pukul 21.30 Wita. Korban diduga dibunuh, sebab ia diketahui check in dengan seorang pria bertato.
 
Menurut keterangan saksi Kadek Yuliani (37) pada pukul 18.00 Wita, korban datang bersama seorang laki-laki menggunakan mobil Avanza warna putih dan menanyakan kamar. Keduanya kemudian menyewa sebuah kamar dan selanjutnya langsung masuk ke kamar nomor 8. Pada pukul 19.30 Wita, tamu laki-laki tersebut keluar kamar menuju mobil dan langsung keluar penginapan menuju ke arah utara. 
 
"Karena lama, tamu perempuan tidak keluar kamar, kemudian penjaga penginapan mengecek ke dalam kamar dan ditemukan korban dalam posisi tidur tengkurap," ungkap Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Muhamad Nurul Yaqin, Selasa (6/8) siang.
 
Petugas hotel sempat membangunkan korban, namun tidak ada respons. Karyawan kemudian membalikkan badan korban dan mendapati mulutnya dibekap dengan handuk. Selain itu terdapat bercak darah keluar dari mulut. Setelah dipastikan rupanya korban dalam keadaan meninggal dunia. 
 
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. "Saksi ini tidak ingat nopol mobil tersebut. Hanya terdapat stiker Transformer di pintu belakang sebelah kanan plat," tuturnya.
 
Informasi yang dihimpun, ciri laki-laki tersebut berperawakan kurus dan umur diperkirakan sekitar 40-an tahun, menggunakan sandal, baju kaos abu-abu, celana kain abu-abu dengan lengan kanan full tato. 
 
"Masih dilakukan penyelidikan oleh tim gabungan untuk menjawab apakah itu memang pembunuhan atau meninggal karena sakit atau emang sudah ajal," ujarnya.
 
Untuk diketahui, penginapan ini merupakan penginapan shorttime. Tarifnya per dua jam Rp 60 ribu dan per malamnya Rp 250 ribu. Penginapan itu sendiri terdiri dari 10 kamar. Sayangnya, di TKP tidak dilengkapi CCTV. Usai kejadian penemuan korban pun, TKP langsung dipasangi garis polisi.
 
Sementara Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah dr Dudut Rustiadi menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu permintaan pihak kepolisian terkait otopsi terhadap jasad korban. (u)