Covid-19 Bangli, Seorang Anak 8 Tahun Terkonfirmasi Positif | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 04 Agustus 2020
Diposting : 6 July 2020 20:52
A.A. Samudra Dinata - Bali Tribune
Bali Tribune / Humas GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa.

balitribune.co.id | BangliKasus positif Covid-19 terus bertambah. Giliran anak berusia 8 tahun asal Dusun Bangun Lemah, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli terpapar Covid-19. Selain itu kasus positif Covid-19 juga bertambah di Desa Songan A , Kecamatan Kintamani dan di Desa/Kecamatan Susut. 

Kasus yang terjadi di tiga wilayah tersebut merupakan transmisi lokal.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa mengatakan  untuk penambahan kasus terjadi di Dusun Bangun Lemah. Untuk kasus ini, seorang anak usia 8 tahun terkonfirmasi positif.  Yang bersangkutan  kini  menjalani karantina di hotel yang disiapkan pemerintah. "Kasus baru ini hasil dari pengembangan  kasus sebelumnya di Bangun Lemah," ungkapnya Senin (6/7). 

Kata Kadis asal Desa Demulih, Kecamatan Susut ini untuk kasus berikutnya ada di Banjar Susut Kelod, yakni seorang  warga  yang berusia 61 tahun. Sama dengan kasus di Bangun Lemah, kasus di Susut Kelod hasil pengembangan dari kasus sebelumnya. Menurut Wayan Dirgayusa untuk kasus di Bangun Lemah total 7 kasus, sedangkan untuk di Susut Kelod tercatat 15 kasus.

Lanjut mantan Camat Kintamani ini untuk tambahan kasus juga terjadi di Desa Songan A, Kecamatan Kintamani. Seorang warga Banjar Kayupadi dikonfirmasi positif Covid-19. ”Hingga saat ini sudah terkonfirmasi 175 kasus di Bangli, dengan tingkat kesembuhan sebanyak 123 orang,” ungkap Wayan Dirgayusa.

Adapun sebaran kasus yakni Kecamatan Bangli ada 43 kasus dengan jumlah kesembuhan 36 orang. Kecamatan Susut ada 98 kasus dan sudah sembuh 63 orang, berikutnya di Kecamatan Tembuku ada 11 kasus dan sudah sembuh 10 orang. Selanjutnya di Kecamatan Kintamani ada 23 kasus dan sudah sembuh 14 orang.“ Mudah-mudahan  angka penyebaran dapat ditekan  kami menghimbau masyarakat dalam melakukan aktifitas  untuk tetap mengacu pada protokol kesehatan,” jelas Wayan Dirgayusa.