Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Cuaca Belum Membaik, Penutupan Penyeberangan Kapal Cepat Diperpanjang

Bali Tribune/PARKIR – Kapal cepat rute Gili Trawangan, Gili Air dan Lembar tampak masih lego jangkar di Padang Bai akibat ditutupnya rute pelayaran kapal tersebut.

 Bali Tribune, Amlapura - Tingginya gelombang disertai angin kencang di Selat Lombok, yang terjadi beberapa hari lalu, dan karena hingga Minggu (27/1) belum juga membaik, pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padang Bai memperpanjang masa penutupan penyeberangan kapal cepat dari Padang Bai menuju Lembar, Gili Trawangan, dan Gili Air, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Informasi dihimpun koran ini, kemarin, menyebutkan pascapenutupan aktivitas penyeberangan kapal cepat tersebut, ratusan wisatawan asing tujuan Gili Trawangan pengguna jasa penyeberangan kapal cepat terpaksa beralih menggunakan jasa kapal ferry dengan tujuan Pelabuhan Lembar. Ini memicu membludaknya antrean penumpang pejalan kaki baik di Dermaga I maupun di Dermaga II Pelabuhan.  Kepala KSOP Padang Bai, Ni luh Putu Eka Suyasmin, kepada koran ini membenarkan terkait masih ditutupnya seluruh aktivitas pelayaran kapal kecil utamanya kapal cepat. Memang, kata dia, sebelumnya perkiraan penutupan  sementara itu dilakukan hanya tiga hari saja, yakni dari Rabu (23/1) hingga Jumat (25/1). Namun setelah tiga hari ditutup, cuaca di tengah perairan masih belum bersahabat dan dinilai membahayakan bagi pelayaran kapal cepat, hingga akhirnya KSOP Padang Bai memutuskan untuk memperpanjang penutupan pelayaran hingga Senin (28/1) hari ini.  “Cuaca di tengah perairan Selat Lombok masih belum membaik dimana ketinggian gelombang masih mencapai 0,75 sampai 2,5 meter. Dengan pertimbangan ini maka kami memutuskan untuk memperpanjang penundaan penyebrangan bagi kapal cepat,” tegas Eka Suyasmin. Kendati penutupan sementara akan berakhir pada Senin (28/1), namun pihaknya masih terus memantau perkembangan cuaca di tengah perairan, baik melalui laporan prakiraan cuaca yang dikirimkan oleh Kantor BMKG Wialayah III Denpasar, maupun melalui komunikasi dengan para nahkoda kapal yang tengah melakukan pelayaran di Selat Lombok. “Kita akan terus evaluasi, kalau cuaca sudah membaik dan aman untuk penyebrangan kapal cepat, maka penyeberangan akan kita buka kembali. Tapi kalau cuaca di tengah perairan masih belum aman, kami akan pertimbangkan untuk memperpanjang penundaan penyeberangan bagi kapal cepat,” tandasnya. Sementara itu, untuk pelayaran kapal ferry tujuan Pelabuhan Lembar dan Nusa Penida, ssampai saat ini, menurutnya, masih normal mengingat cuaca di tengah perairan masih cukup aman untuk penyeberangan kapal ferry yang memiliki bobot atau GRT yang besar.

wartawan
Redaksi
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.