Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dalam Sekejap, Pasar Desa Bona Ludes Terbakar

TERBAKAR - Warga menyaksikan puing-puing pasar Desa Bon yang nyaris rata dengan tanah

BALI TRIBUNE - Dalam hitungan dua jam,  seluruh toko dan los di Pasar Desa Bona, Blahbatuh, Gianyar, ludes terbakar.Kebakaranyang menelan kerugian lebih dari Rp 2 Miliar ini juga membuat 68 pedagang terancam kehilangan mata pencaharian. Pasar yang dibangun tahun 2004 lalu, Selasa (18/12) dinihari terbakar. Pemadam Kebakaran dari BPBDGianyar berusaha memadamkan api, namun api kian membesar dan tidak ada barang dagangan yang terselamatkan. Disela-sela memantau personel Damkar memastikan tidak ada api lagi, Kepala BPBD Gianyar AA Oka Digjaya menyebutkan api membesar sekitar pukul 12.00 lewat sedikit, dan Peraonel Damkar langsung melakukan pemadaman. “Syukur rumah-rumah di sebalah pasar bisa diselamatkan, sehingga tidak ada rumah warga yang ikut terbakar. Padahal pasar tersebut berada di jantung Desa Bona yang luas pasarnya sekitar 16 are. Disebutkannya petugas Damkar melakukan upaya pemadaman sejak dini hari sampai pagi kemarin. Ditemui di lokasi kebakaran, Bendesa Desa Adat Bona Gusti Ngurah Yasa menyebutkan pedagang di pasar berjumlah 69 pedagang.Pasar tersebut merupakan jantungnya Desa Adat Bona.Pada pagi hari ada ratusan pedagang yang berjualan lesehan dan di malam hari menjadi pasar senggol.Bendesa Gusti Ngurah mendapat informasi kalau kebakaran tersebut bermula dari pedagang pada sisi barat, no 3 dari selatan yang menjual nasi. Pada sisa-sisa terbakar terdapat tabung gas, timbangan, dua magic jar dan kulkas. “Ada banyak dugaan, bias jadi kompor masih hidup saat ditinggalkan, bias jadi kulkas meledak atau sebab lain. Nanti ada petugas yang memastikan,” terangnya. Dijelaskannya, Pasar Desa Bona merupakan satu-satunya urat nadi perekonomian di Desa Bona.Bahkan warga Desa Belega juga memanfaatkan pasar tersebut untuk belanja dan berjualan lesehan di pagi hari. Sedangkan di malam hari terdapat 20-an pedagang senggol. “Semoga pasar ini segera diperbaiki dan kalau bisa bertingkat, agar seluruh lebih banyak menampung pedagang, harap Gusti Ngurah Yasa. Mendengar informasi pasar terbakar, Bupati Mahayastra sekitar pukul 06.00 wita hadir meninjau kebakaran.Pada kesempatan memantau tersebut, Bupati Mahayastra langsung memberikan arahan kepada OPD terkait.Dan siang hari sekitar pukul 11.00 Wita Bupati hadir kembali ke pasar untuk menemui para pedagang di Kantor Perbekel Desa Bona. Dari Bupati Mahayastra, seluruh pedagang diberikan uang bencana masing-masing Rp 1 juta. “Jangan dinilai dari jumlahnya. Kalau dihitung kerugian, nilai uang ini tidak ada apa-apanya, namun semoga uang ini bisa digunakan untuk berhari raya Galungan,”  jelas Mahayastra.  Dikatakannya, pasar tersebut akan dibangun bertingkat dengan anggaran sekitar Rp 6 miliar di Tahun 2019 nanti. “Kita akan bangun lebih bagus dan bertingkat, lebih luas dan menampung lebih banyak lagi pedagang,”  jelas Bupati Mahayastra kepada para pedagang. 

wartawan
Redaksi
Category

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.