Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dampak Cuaca Buruk dan Gagal Panen, Harga Cabai di Pasaran Kembali Meroket

Bali Tribune/ BUMBU - Aktivitas Pedagang Bumbu Dapur di Pasar Amlapura Timur



balitribune.co.id | Amlapura - Dampak cuaca buruk dan gagal panen yang dilami oleh petani cabai memicu terjadinya kenaikan harga cabai di pasaran. Di Pasar Amlapura Timur, Karangasem, harga cabai rawit kualitas super saat ini harganya sudah mencapai Rp 65.000-70.000 perkilonya.

Sejumlah pedagang di Pasar Amlapura Timur, Senin (14/3/2022), mengaku jika kenaikan harga cabe ini mulai terjadi sejak sepekan lalu. Pada Desember 2021 lalu, harga aisempat meroket hingga di kisaran Rp. 90.000 perkilonya, kemudian pada Januari 2022 lalu, harga cabai kembali turun hingga di kisaran Rp 38.000 perkilonya. Namun sejak sepekan lalu, harga cabai kembali merangkak naik hingga 100 persen dikisaran Rp 65.000-70.000 perkilonya.

Sejumlah pedagang mengatakan, naikknya harga cabai ini dipicu oleh gagal panen akibat lahan cabai petani membusuk serta kurangnya pasokan cabe ke pedagang. Ni Nengah Ariani, salah satu pedagang bumbu  dapur, di Pasar Amlapura Timur, kepada media ini mengatakan, jika jenis bumbu dapur yang mengalami kenaikan hanya cabai rawit saja, sedangkan harga jenis bumbu dapur lainnya, seperti bawang merah dan bawang putih relatif masih stabil. “Sekarang cabai kembali naik, kalau yang lainnya seperti bawang merah dan bawang putih relatif masih stabil belum ada lonjakan,” ujarnya.

Diakuinya saat ini dia dan pedagang lainnya mendapatkan pasokan cabe dari luar Karangasem seperti dari Kintamani maupun dari Jawa. Menyusul datangnya Bulan Ramadhan kemungkinan harga cabai dan jenis bumbu dapur serta kebutuhan pokok lainnya akan terus mengalami lonjakan.

wartawan
AGS
Category

OJK dan Pemprov Bali Perkuat Kolaborasi, Dukung Ekonomi Berkelanjutan

balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan. Hal itu disampaikan saat menghadiri pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di Denpasar, Selasa (14/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Lirik Pasar Dalam Negeri, Puluhan Patung Timboel Art Gallery Dipamerkan di Sanur

balitribune.co.id | Denpasar - Turis asing yang datang dari berbagai negara tampak takjub melihat karya patung Timboel Art Gallery yang dipamerkan di Sudamala Resorts, Rabu (15/4). Puluhan karya seni berbentuk hewan, manusia dan lainnya yang dibuat dengan kombinasi aluminium, stainless steel dan kayu jati dipamerkan di Sudakara ArtSpace Sudamala Resort Sanur dengan tema "Inner Landscapes" hingga 30 Juni 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kolaborasi Imigrasi dan Pemprov Bali, Satgas Dharma Dewata Siap Tertibkan WNA Nakal

balitribune.co.id | Denpasar - Direktorat Jenderal Imigrasi resmi mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Patroli Imigrasi “Dharma Dewata” di Bali, Rabu (15/4/2026), sebagai langkah strategis memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) di destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

Sinergi Polda Bali dan Pansus TRAP DPRD Bali Kawal Tata Ruang dan Perizinan

balitribune.co.id | Denpasar - Komitmen menjaga Bali dari tekanan pembangunan yang kian kompleks kembali ditegaskan melalui audiensi antara Polda Bali dan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali,  Selasa (14/4/2026) di Mapolda Bali, Denpasar. Pertemuan tersebut diterima langsung Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, bersama jajaran.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tarik Diri dari Restorative Justice, Pelapor Perbekel Sudaji: Saya Tunggu di Pengadilan

balitribune.co.id | Singaraja - Penanganan kasus dugaan penipuan yang melibatkan Perbekel Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, masih bergulir di Polres Buleleng dan kini memasuki tahap menunggu pelaksanaan gelar khusus Restorative Justice (RJ).

Baca Selengkapnya icon click

Berkat Kotoran dan Kencing Sapi, Petani Organik Tidak Beli Pupuk

balitribune.co.id | Tabanan - Menjadi petani organik ala Made Sandi bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan niat untuk menjalani hidup sehat dan sederhana. Made Sandi yang merupakan mantan satpam salah satu perusahaan asing di Bali memilih untuk menekuni pertanian organik di Banjar Dinas Munduk Andong Desa Bangli Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan sejak 2012 silam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.