balitribune.co.id | Denpasar - Turis asing yang datang dari berbagai negara tampak takjub melihat karya patung Timboel Art Gallery yang dipamerkan di Sudamala Resorts, Rabu (15/4). Puluhan karya seni berbentuk hewan, manusia dan lainnya yang dibuat dengan kombinasi aluminium, stainless steel dan kayu jati dipamerkan di Sudakara ArtSpace Sudamala Resort Sanur dengan tema "Inner Landscapes" hingga 30 Juni 2026.
Creative Director Timboel Art Gallery, Magistyo Tahun Emas Raharjo mengungkapkan, karya patung yang paling diminati pasar luar negeri adalah berbentuk kuda. Patung kuda dari bahan kombinasi aluminium, stainless steel dan kayu jati ini kerap memenuhi permintaan ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa yang laku dijual hingga Rp50 juta per unit. Namun kali ini, seniman asal Yogyakarta tersebut telah melirik pasar dalam negeri sehingga melakukan pameran di Sanur, Denpasar. "Ini permintaan dari para kolektor untuk mengadakan pameran di Bali," ujarnya.
Ia mengatakan, puluhan karya yang dipamerkan ini sesuai kebutuhan pasar yang dapat digunakan untuk eksterior bangunan maupun rumah. Setiap karya patung memuat lapisan makna yang diekspresikan melalui pose, tekstur, distorsi, dan gestur, menggambarkan kondisi keterasingan, keheningan, pencarian, ketegangan, pelepasan, hingga penerimaan.
Magistyo menjelaskan, selain karya berbentuk kuda, karya lainnya seperti Alone Woman merepresentasikan kesendirian bukan sebagai kehilangan, melainkan sebagai ruang untuk mengenal diri dan refleksi. Angel Hold Face menggambarkan ketegangan halus antara kelembutan dan beban emosional, sementara Mummy mengeksplorasi tema keterikatan, perlindungan, serta jejak luka emosional yang membentuk identitas. Karya-karya abstrak dalam pameran ini melengkapi narasi dengan pendekatan yang lebih intuitif.
Sebagai kekuatan kreatif dalam seni dekoratif, Timboel Art Gallery mengedepankan perpaduan antara ide, material, dan keterampilan. Galeri ini bekerja erat dengan para perajin lokal, membangun ekosistem seni yang inklusif dan berkelanjutan. Setiap karya tidak hanya menjadi objek estetika, tetapi juga narasi yang mencerminkan budaya, komunitas, dan ekspresi artistik.
"Karya ini penjualannya ke luar negeri seperti Amerika dan Jerman serta negara-negara di Eropa lainnya. Tapi selama 2 tahun ini, saya mencoba pasar dalam negeri. Karena Indonesia memang ekonomi yang kuat maka mencoba di dalam negeri," katanya. Sejumlah wisatawan mancanegara pun tampak antusias melihat karya patung yang dipamerkan di kawasan pariwisata di Denpasar tersebut.