Dampak Cuaca Ekstrim Musim Penghujan, Rumah Janda Kurang Mampu Roboh | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 20 Oktober 2021
Diposting : 18 November 2020 21:32
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune / Janda kurang mampu Ni Komang Kari (66) di Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah meratapi bangunan rumahnya yang roboh setelah diguyur hujan deras disertai angin Selasa sore hingga Rabu dini hari.

balitribune.co.id | NegaraMusim penghujan kembali menyebabkan musibah. Kali ini sebuah bangunan rumah milik warga kurang mampun ambruk setelah diguyur hujan deras. Seluruh lapisan masyarakat kini diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dampak musim penghujan.

Musibah kembali terjadi di kabupaten Jembrana saat hujan deras mengguyur semalaman sejak Selasa (17/11) malam hingga  Rabu (18/11) dini hari. Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan kerusakan infrastruktur. Sebuah bangunan rumah warga roboh saat hujan mengguyur Rabu pagi. Bangunan rumah yang roboh tersebut merupakan bangunan sederhanan milik salah seorang warga kurang mampu.

Pemilik rumah Ni Komang Kari (66) warga Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara mengatakan bangunan yang roboh tersebut merupakan rumah tempat tinggalnya yang juga jadi satu dengan dapur. Janda tidak mampu yang akrab disapa Jro Yasmin oleh tetangganya ini mengaku saat bangunan berdinding bedeg tersebut ambruk, ia sedang tidak ada dirumah. Sepulangnya dari membeli bubuk kopi di warung yang tidak jauh dari rumahnya, ia mendapati bangunan rumahnya sudah ambruk.

Ia mengaku rumah berkontruksi kayu tersebut sudah berusia puluhan tahun. Rumah beratapkan asbes tersebut dulu dibangun oleh almarhum suaminya. Ia pun mengaku belum bisa merenovasi rumah sederhana tersebut. Terlebih saat ini ia mengaku tidak memiliki penghasilan tetap. "Rumah saya memang sudah tua. Peninggalan suami. Tidak mampu kami memperbaiki karena saya dulu hanya jualan jajan di pasar. Sudah lama saya nganggur karena kehabisan modal. Mau cari hutang saya tidak berani," tuturnya.

Akibat kejadian tersebut atap dapur ukuran 3 x 3 meter roboh, demikian juga atap tempat tidurnya yang tidak layak ukuran 2 x 3 meter juga ambruk. Korban berharap rumah tempat tinggal satu-satunya tersebut bisa diperbaiki. “Saya berharap ada bantuan dari pemerintah. Sekarang saya masih bingung harus kemana. Apalagi setiap sore turun hujan” jelasnya. Sementara pihak BPBD Kabupaten Jembrana menyatakan hujan deras Selasa sore hingga Rabu dini hari menyebabkan satu bangunan rumah roboh.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana IGN Dharma Putra dikonfirmasi Rabu kemarin menyatakan pihaknya memberikan bantuan bencana untuk keluarga Ni Komang Kari tersebut. Pihaknya kembali mewanti-wanti masyarakat agar mewaspadai dampak cuaca ektrim di musim penghujan belakangan ini. Terlebih wilayah Jembrana memiliki potensi kerawanan bencana yang beragam dan tersebar hampir diseluruh wilayah baik di daerah dataran tinggi maupun di dataran rendah hingga di kawasan pesisir.