Dampak Virus Corona, Dispar Badung Sebut Kunjungan Wisatawan Turun Sejak Februari | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 14 Juli 2020
Diposting : 13 March 2020 08:17
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/Kepala Dispar Badung Made Badra (tengah) didampingi perwakilan BPPD Badung.
Balitribune.co.id | Mangupura - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung bukan tidak mungkin akan menurunkan target kunjungan wisatawan ke Badung untuk tahun 2020. Pasalnya, sejak bulan Februari 2020 jumlah kunjungan turis ke Bali anjlok dampak dari virus Corona atau wabah Covid-19. Tahun 2020 Badung menargetkan 6,2 juta wisatawan datang ke Gumi Keris.
 
“Iya, penurunan kunjungan wisatawan mulai dirasakan sejak bulan lalu (Februari),” aku Kepala Dispar Badung I Made Badra, didampingi perwakilan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung, Kamis (12/3/2020).
 
Pada Januari 2020 kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 540.230 orang, bahkan melebihi dari kunjungan pada periode yang sama tahun 2019 yakni 454.101 orang. Namun, pada bulan Februari 2020 turun menjadi 361.440 orang. Jumlah ini  lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yakni 445.083 orang.
Mirisnya, hingga 10 Maret 2020 total kunjungan wisatawan mancanegara masih di kisaran 110.490 orang.
 
Melihat anjloknya kunjungan wisatawan dari bulan Februari, Badra mengaku pesimis dalam beberapa bulan ke depan kunjungan akan kembali stabil. Terlebih, isu virus Corona masih melanda sejumlah negara.
 
“Jika kunjungan wisawatan terus menurun, tentu kita akan sulit,” tegas mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Badung ini.
Untuk memastikan target kunjungan apakah akan dievaluasi atau tidak, Badra mengaku masih menunggu berakhirnya semester I atau bulan Juli 2020. “Target akan kami evaluasi setelah semester I. Yang jelas virus corona sangat memperngaruhi kunjungan wisatawan ke Bali,” terangnya.
 
Namun, untuk tetap menarik wisatawan mau datang ke Bali khususnya Badung, pihaknya terus menggeber promosi pariwisata. Baik promosi luar negeri maupun dalam negeri. Promosi luar negeri yang dilakukan yakni ikut sales mission di Jerman dan Denmark. Sementara untuk menggaet turis lokal, pihaknya memantapkan promosi di Jakarta, Yogyakarta dan Manado.
 
“Untuk membantu industri pariwisata kita, potensi wisatawan domestik kita maksimalkan sambil menunggu pulihnya potensi wisatawan mancanegara,” tukas Badra.