Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dari Workshop Pembuatan Film di Desa Pedawa, Buleleng, Minikino Edukasi Remaja Lebih Eksperimental dan Kreatif

Bali Tribune/ Workshop pembuatan film di Desa Pedawa.
balitribune.co.id | Denpasar -  Kesan Desa Pedawa di wilayah Bali sisi utara, yang pernah identik dengan tindak kekerasan kini kian memudar, tergantikan oleh sikap keramah-tamahan yang dibarengi kreativitas yang semakin berani dan eksperimental.
 
Hal ini dibuktikan dari hasil workshop pembuatan film yang dilakukan oleh para remaja di Desa Pedawa, pekan lalu dalam dua hari selama 30 jam yang berlangsung lancar dan menarik. Seluruh peserta antusias mengikuti kegiatan ini, selain menjadi pemain di dalam film, para muda-mudi Desa Pedawa juga mulai tertarik menuliskan ide cerita, mengembangkan cerita itu sampai ke proses persiapan dan produksinya, hingga post-produksi.
 
Workshop pembuatan film ini dilaksanakan secara swadaya oleh Minikino dengan menggandeng Kelompok Pencinta Alam (KPA) Kayoman Pedawa, kelompok setempat yang aktif mendorong kegiatan kreatif. Kegiatan ini bertempat di rumah adat Bandung Rangki, Desa Pedawa, Buleleng.
 
Melalui kegiatan ini, Minikino mengajak remaja Pedawa berkenalan dengan produksi film pendek dengan menggunakan teknik “one-shot”, yaitu sebuah teknik produksi film dengan cara sekali rekam sampai akhir film. Walaupun terkesan sederhana, namun untuk menggunakan teknik ini para peserta ditantang untuk merencanakan dan mempersiapkan dirinya dengan ide cerita, rencana blocking, serta hal-hal teknis lainnya dengan selengkap-lengkapnya.
 
Karena, kalau terjadi kesalahan ketika proses rekam berjalan, maka adegan terpaksa diulang kembali secara keseluruhan. Proses pengeditannya pun akan mengedepankan teknik ini tanpa ada pemotongan, sehingga penonton dapat menyaksikan dan mengagumi kesinambungannya.
 
Direktur Program Minikino Fransiska Prihadi menyampaikan, tema “one-shot” ini memang secara sadar dipilih, karena ingin menempa peserta untuk lebih serius, terutama di proses perencanaan dan persiapannya. “Kalau ada yang cuma setengah-setengah, pasti merasakan akibatnya pada saat produksi. Kami tidak menargetkan sebuah hasil yang profesional, namun pengalaman ini dipastikan menjadi bekal berharga untuk semua peserta, kalau suatu hari mereka berinisiatif membuat produksi film lagi,” katanya.
 
Workshop hari pertama diawali dengan pembekalan materi oleh Direktur Minikino Edo Wulia yang menjelaskan tentang sejarah film pendek dan dasar ­elemen di dalam film. Peserta juga diberikan informasi perkembangan film pendek di dunia saat ini, agar menyadari apa yang mereka bisa lakukan dengan karya film pendek, dengan pemahaman yang lebih mendalam.
 
Perbekel Desa Pedawa Sudarmaja menuturkan, kegiatan workshop ini sangat bagus, selain mendorong kreativitas warga desa, khususnya anak muda, kegiatan seperti ini juga secara tidak langsung mengikis anggapan masyarakat tentang Desa Pedawa yang dulu.
 
Wayan Sukarta selaku pemilik rumah adat tempat dilaksanakannya workshop, menambahkan, jika kegiatan seperti ini sering dilakukan, anak muda Pedawa akan memiliki lebih banyak lagi pilihan kreativitas untuk berkegiatan. 
wartawan
Djoko Moeljono
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hadiri Karya di Pura Dalem Jambe Kapal, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program Pendidikan Gratis

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2). Kehadiran Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya di gumi keris.

Baca Selengkapnya icon click

Ketupat, Barongsai dan Canang, Cerita Akulturasi Alami Umat Tionghoa di Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Ribuan umat keturunan Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577 di Kong Co Bio Tabanan dengan suasana akulturasi budaya Bali yang kental melalui penggunaan sarana canang dalam persembahyangan.

Selain dupa dan kue keranjang, kehadiran ornamen serta sesaji khas lokal ini menjadi simbol keharmonisan tradisi leluhur Tionghoa dengan budaya Hindu di Kabupaten Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Warga Tionghoa Buleleng Pusatkan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong

balitribune.co.id | Singaraja - Warga etnis Tionghoa di Kabupaten Buleleng merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang dipusatkan di Klenteng Ling Gwan Kiong, Singaraja. Sejumlah rangkaian acara digelar sebelum dilaksanakan sembahyang tutup tahun dan melepas Tahun Ular oleh pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (PTITD) Ling Gwan Kiong dan Seng Hong Bio.

Baca Selengkapnya icon click

Mulai 23 Februari Pelabuhan Gilimanuk Terapkan E-Money

balitribune.co.id | Negara - Para pengendara yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa maupun yang masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk tidak bisa lagi membayar retribusi (tiket) secara manual. Untuk membayar retribusi di Terminal Manuver maupun Terminal Gilimanuk kini menggunakan uang elektronil E-Money.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.