Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Daya Beli Masyarakat Terhadap Elektronik Membaik, Pelaku Tambah Gerai

Bali Tribune/. BARANG ELEKTRONIK - Produk televisi masih mendominasi penjualan barang-barang elektronik di salah satu gerai di Denpasar
balitribune.co.id | Denpasar - Pelaku bisnis di bidang elektronik di Denpasar saat ini memperluas jaringan usahanya seiring membaiknya perekonomian masyarakat di Pulau Bali. Pencapaian target penjualan barang-barang elektronik setiap tahunnya, menandakan kemampuan ekonomi masyarakat Kota Denpasar dan sekitarnya kian lebih baik dikarenakan perkembangan sektor pariwisata. 
 
Owner Bali Electronic Center (BEC), Jaya Anggrawan saat pembukaan gerai di Buluh Indah Denpasar, Jumat (5/7) mengatakan, setiap tahun tercatat pertumbuhan penjualan produk-produk elektronik semua brand baik itu TV, kulkas, mesin cuci dan lainnya di gerai BEC Teuku Umar mencapai 15%. Namun pihaknya pun optimistis jika pertumbuhan penjualan barang-barang yang menunjang gaya hidup masyarakat ini bisa tumbuh 20% setiap tahunnya. "Dengan adanya pembukaan gerai baru ini target market kami di kawasan Denpasar Barat dan Badung," ujarnya. 
 
Namun dikatakan Jaya, khusus untuk penjualan produk-produk LG pihaknya menerima laporan pertumbuhan hingga 40an%. Saat ini produk TV dan disusul kulkas yang mendominasi penjualan semua brand baik itu LG, Sharp, Polytron dan lainnya. "Karena memang masyarakat lebih mengutamakan hiburan audio visual," katanya. 
 
Sementara itu Branch Manager LG Elektronik, Sugito pun menyatakan hal senada, bahwa untuk saat ini produk brand dari LG masih diminati konsumen. Produk yang mendominasi penjualan adalah televisi sebesar 40%. Namun pertumbuhan penjualan televisi mulai kecil karena akhir-akhir ini masyarakat cenderung membeli kulkas, mesin cuci dan AC untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup. "Meski penjualan televisi mendominasi tetapi pertumbuhannya mulai kecil, yang pertumbuhannya tinggi yaitu kulkas, mesin cuci dan AC," bebernya. 
 
Menurut Sugito, TV dengan layar lebih lebar sekarang ini lebih diminati masyarakat dikarenakan daya beli sudah mulai membaik. Begitupun kemampuan ekonomi masyarakat cukup bagus, sehingga berdampak pada penjualan produk elektronik yang premium. 
 
Disamping karena daya beli yang bagus, permintaan produk premium semakin diminati karena fitur-fiturnya lengkap dan pertimbangan dari sisi kualitas. "Kita jaga kualitas bukan hanya perang harga, fitur-fitur juga mendukung. Kita sudah lama main di barang premium, orang-orang sudah tahu. Dibantu dengan ekonomi yang bagus di Bali. Jadi daya beli lebih kuat mendukung penjualan barang-barang premium," terang Sugito. 
 
Sementara itu untuk penjualan semester II tahun 2019 ini diharapkan bisa mencapai pertumbuhan 5-10%, namun pihaknya menargetkan 15%. "Saat ini politik dan Pilpres sudah selesai, orang akan fokus kerja. Jadi bisnis mulai normal," harapnya. 
wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

BPR di Persimpangan Jalan: Antara Integritas, Permodalan, dan Seleksi Alam Industri

balitribune.co.id | Pencabutan izin usaha BPR Kamadana oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di awal 2026 bukan sekadar kabar penutupan satu bank kecil di daerah. Ia adalah alarm keras bagi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) secara nasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Tabanan Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Kediri

balitribune.co.id | Tabanan — Menindaklanjuti arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, menyambangi sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga korban banjir di Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (24/2/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Transparansi Pengembangan KEK Kura Kura Bali

balitribune.co.id I Denpasar -Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali menjadi sorotan. DPRD Provinsi Bali melalui Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset Publik (TRAP) menegaskan pentingnya transparansi dan kepastian hukum dalam proyek strategis tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kedaulatan di Balik Layar Digital: Mengapa Raksasa OTA Harus Menjadi "Penduduk Tetap" Indonesia?

balitribune.co.id | Bayangkan sebuah vila mewah di pesisir Canggu, Bali, terpesan dengan harga Rp2 juta per malam melalui platform global seperti Airbnb. Turisnya tidur di sana, pemilik vilanya tinggal di sana, dan akses jalan menuju lokasi tersebut dibangun menggunakan keringat pajak rakyat Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.